3,5 Juta Siswa SLTA Daftar Tes Kemampuan Akademik 2025: Mendikdasmen Tegaskan Prinsip 'Jujur dan Gembira'
3,5 juta siswa SLTA mendaftar TKA 2025. Mendikdasmen tegaskan prinsip ‘Jujur dan Gembira’ untuk menjamin integritas dan mental positif peserta seleksi PTN.
JAKARTA, JClarity – Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 untuk jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) telah resmi ditutup, mencatat angka partisipasi masif sejumlah 3,5 juta peserta. Angka fantastis ini menandai tingginya antusiasme pelajar SLTA di seluruh Indonesia dalam menyambut jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) yang kompetitif.
Menanggapi lonjakan pendaftar yang mencetak rekor tertinggi ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Dr. Ir. Budi Santoso (nama simulasi), menekankan pentingnya pelaksanaan tes yang berpegangan pada dua prinsip fundamental yang diusung kementerian: ‘Jujur dan Gembira’. Penegasan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (tanggal simulasi).
Mendikdasmen Budi Santoso menyampaikan apresiasi atas partisipasi yang menunjukkan semangat belajar dan optimisme generasi muda. Ia menjelaskan bahwa TKA 2025 merupakan komponen kunci dalam sistem seleksi PTN terbaru, yang dirancang untuk menguji penalaran, potensi kognitif, dan kemampuan belajar siswa secara adil, bukan sekadar menghafal materi pelajaran.
“Prinsip ‘Jujur’ adalah harga mati. Tidak ada toleransi bagi praktik kecurangan, baik dari peserta, pengawas, maupun penyelenggara. Kejujuran adalah modal utama integritas dan masa depan bangsa,” ujar Budi Santoso. Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan praktik curang menjadi prioritas utama kementerian dan tim pelaksana guna menjamin keabsahan dan akuntabilitas hasil tes bagi 3,5 juta pendaftar.
Sementara itu, prinsip ‘Gembira’ diartikan sebagai dorongan agar peserta menghadapi proses seleksi ini dengan mental yang positif dan tanpa tekanan berlebihan. Menurutnya, proses belajar dan menguji potensi seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan, bukan beban. “Kami ingin para siswa datang ke lokasi tes dengan perasaan gembira, santai, namun tetap fokus, sehingga hasil yang dicapai benar-benar merupakan refleksi kemampuan terbaik mereka,” tegasnya.
Dengan selesainya fase pendaftaran, kementerian dan lembaga terkait kini memfokuskan persiapan pada aspek logistik dan teknis pelaksanaan TKA, yang dijadwalkan berlangsung pada [Bulan Simulasi] mendatang. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan infrastruktur dan sarana prasarana tes di seluruh wilayah demi menjamin kelancaran dan kenyamanan proses bagi seluruh peserta.