Sains

3 Ilmuwan Perancang Kerangka Molekuler Raih Nobel Kimia 2025

Prof. Susumu Kitagawa, Richard Robson, dan Omar Yaghi raih Nobel Kimia 2025 atas terobosan mereka dalam perancangan Kerangka Molekuler MOF dan COF untuk material maju.

Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2025 · Saturday, 11 October 2025 05:00 WITA · Dibaca: 23
3 Ilmuwan Perancang Kerangka Molekuler Raih Nobel Kimia 2025

JAKARTA, JClarity – Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia di Stockholm pada Kamis, 9 Oktober 2025, mengumumkan tiga ilmuwan sebagai peraih Hadiah Nobel Kimia 2025. Ketiga ilmuwan tersebut adalah Profesor Susumu Kitagawa, Profesor Richard Robson, dan Profesor Omar Yaghi. Penghargaan prestisius ini diberikan atas terobosan mereka dalam "Perancangan Kerangka Molekuler," khususnya dalam pengembangan Metal-Organic Frameworks (MOFs) dan Covalent-Organic Frameworks (COFs).

Profesor Kitagawa dari Universitas Kyoto (Jepang), Profesor Robson dari Universitas Melbourne (Australia), dan Profesor Yaghi dari Universitas California, Berkeley (AS), diakui sebagai pionir dalam bidang yang kini dikenal sebagai Kimia Retikular. Kimia retikular memungkinkan para peneliti untuk menyusun material secara sengaja dari molekul organik dan ion logam, menghasilkan material berpori yang sangat teratur dengan struktur yang dapat disesuaikan.

Material yang dihasilkan, Metal-Organic Frameworks (MOFs), adalah material berpori yang terdiri dari gugus ion logam yang dihubungkan oleh ligan organik, yang secara kolektif membentuk struktur tiga dimensi. Sementara itu, Covalent-Organic Frameworks (COFs) merupakan material polimer berpori yang seluruhnya terbuat dari elemen ringan—seperti Hidrogen, Boron, Karbon, Nitrogen, dan Oksigen—yang diikat oleh ikatan kovalen yang kuat. Sifat utama dari kedua material ini adalah luas permukaan internalnya yang luar biasa besar, menjadikannya seperti 'spons' molekuler yang dapat diprogram.

Dalam siaran persnya, Komite Nobel menyoroti dampak global dari penemuan ini. Aplikasi Kerangka Molekuler ini sangat luas, mulai dari penyimpanan gas yang efisien—termasuk hidrogen untuk energi terbarukan dan penangkapan karbon dioksida (CO2) untuk mitigasi perubahan iklim—hingga aplikasi dalam katalisis, pemurnian air, dan pengiriman obat (drug delivery). Terobosan ini dinilai membuka era baru dalam ilmu material maju, memungkinkan pembuatan zat dengan sifat yang sebelumnya tidak mungkin dicapai.

Ketiga peraih Nobel Kimia 2025 ini akan berbagi hadiah uang sebesar 11 juta Kronor Swedia (SEK). Menurut Yayasan Nobel, jumlah ini akan dibagi rata di antara para pemenang. Upacara penyerahan hadiah secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2025, bertepatan dengan hari wafatnya Alfred Nobel, di Stockholm, Swedia.

Login IG