Sains

26 Spesies Baru Bakteri Ditemukan di Fasilitas Steril NASA, Terbawa ke Mars?

Ilmuwan NASA menemukan 26 spesies baru bakteri 'ekstremofil' di fasilitas steril yang digunakan untuk persiapan wahana Mars Phoenix. Berita ini menyoroti risiko kontaminasi planet.

Jakarta · Tuesday, 28 October 2025 07:00 WITA · Dibaca: 50
26 Spesies Baru Bakteri Ditemukan di Fasilitas Steril NASA, Terbawa ke Mars?

Jakarta, JClarity – Sejumlah 26 spesies bakteri yang sebelumnya tidak dikenal ditemukan tumbuh subur di dalam 'ruang bersih' yang sangat dikontrol milik Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA). Temuan mengejutkan ini menyoroti tantangan yang dihadapi NASA dalam upaya perlindungan planet dan memicu kembali pertanyaan tentang potensi kontaminasi mikroba di Mars.

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) di Arab Saudi, dan lembaga-lembaga di India, menganalisis sampel yang dikumpulkan dari fasilitas perakitan wahana antariksa—lingkungan yang dirancang khusus untuk meminimalkan debu dan mikroorganisme. Lebih spesifik, sampel diambil dari Payload Hazardous Servicing Facility di Kennedy Space Center, Florida, fasilitas yang digunakan untuk mempersiapkan wahana pendarat Mars, *Phoenix*, sebelum peluncurannya pada Agustus 2007.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal *Microbiome* pada 12 Mei 2025, mengidentifikasi 53 galur bakteri yang diklasifikasikan ke dalam 26 spesies baru. Mikroorganisme ini, yang dikenal sebagai 'ekstremofil', menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap kondisi lingkungan yang keras, termasuk paparan radiasi, dekontaminasi, dan tingkat nutrisi yang rendah—kondisi yang mirip dengan lingkungan ekstrem di luar angkasa.

Para peneliti menganalisis genom bakteri-bakteri baru ini dan menemukan adanya gen yang berkaitan dengan perbaikan DNA, detoksifikasi molekul berbahaya, dan peningkatan metabolisme. Ciri genetik inilah yang menjelaskan kemampuan mereka untuk bertahan hidup di ruang bersih NASA yang sejatinya sudah melalui proses sterilisasi, tekanan udara yang diatur, dan penyaringan partikel ketat.

Professor Alexandre Rosado dari KAUST, yang juga kontributor dalam kelompok kerja perlindungan planet NASA, menjelaskan bahwa studi ini bertujuan untuk memahami risiko perpindahan ekstremofil dalam misi antariksa dan mengidentifikasi mikroorganisme mana yang mungkin bertahan di lingkungan antariksa yang keras. Menurutnya, upaya ini krusial untuk memantau risiko kontaminasi mikroba dan mencegah 'kolonisasi tak disengaja' pada planet yang sedang dieksplorasi, seperti Mars.

Meskipun penemuan ini menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan planet, para ilmuwan menegaskan bahwa belum ada bukti yang menunjukkan bahwa wahana *Phoenix* atau Mars telah terkontaminasi oleh spesies bakteri baru ini. Penemuan ini justru menjadi peringatan penting bagi NASA untuk memperketat protokol kebersihan di fasilitas perakitan guna misi antariksa di masa depan. Lebih dari sekadar tantangan, gen ketahanan yang dimiliki oleh ekstremofil ini juga menawarkan peluang besar. Dr. Kasthuri Venkateswaran, mantan ilmuwan senior JPL dan salah satu penulis studi, menambahkan bahwa organisme ini berpotensi merevolusi ilmu hayati, rekayasa hayati, dan eksplorasi antarplanet, dengan aplikasi yang dapat dikembangkan untuk pengawetan makanan dan obat-obatan di Bumi.

Login IG