Pendidikan

110 Siswa di Purworejo Dilarikan ke Puskesmas-RS, Diduga Keracunan Program 'Makan Bergizi Gratis'

Dugaan keracunan massal kembali terjadi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Purworejo. 110 siswa dilarikan ke puskesmas-RS.

Purworejo, Jawa Tengah · Saturday, 04 October 2025 01:00 WITA · Dibaca: 51
110 Siswa di Purworejo Dilarikan ke Puskesmas-RS, Diduga Keracunan Program 'Makan Bergizi Gratis'

PURWOREJO, JClarity – Ratusan siswa di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas dan rumah sakit, pada Kamis (2/10/2025) setelah diduga mengalami keracunan massal. Total 110 siswa dari SMP Negeri 8 dan SMA Negeri 3 Purworejo terindikasi menjadi korban setelah menyantap menu dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Surveilans Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo, Ratri Nur Hidayati, mengonfirmasi bahwa gejala yang dialami para korban meliputi mual, muntah, diare, dan pusing, dengan beberapa siswa bahkan dilaporkan mengalami sesak napas dan badan bergetar. Dari total korban, 56 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Bubutan, delapan siswa lainnya masih dalam observasi intensif, dan satu orang guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa.

Dugaan keracunan ini bersumber dari menu MBG yang dikonsumsi pada jam istirahat di sekolah. Menu yang disajikan pada hari itu dilaporkan terdiri dari tahu, kentang rebus, telur puyuh rebus, sayur wortel, selada, timun, dan sambal kacang. Salah seorang siswi SMAN 3 Purworejo, Nikmah Anggia Ningrum (15), mengaku merasakan pusing hebat setelah makan, dan mencium adanya bau tidak sedap pada makanan yang disajikan.

Menyikapi insiden ini, pihak Dinkes Purworejo segera berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk penanganan cepat dan telah mengambil sampel makanan guna keperluan uji laboratorium. Langkah ini penting untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal, apakah berasal dari bahan pangan, proses pengolahan, atau higienitas. Selain itu, Dinkes juga mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Purworejo agar lebih memperhatikan cara pengolahan dan keamanan bahan pangan, termasuk batas waktu konsumsi makanan setelah dimasak.

Hingga Jumat (3/10/2025) sore, sebagian besar siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik, sementara aparat kepolisian dan pemerintah daerah terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut tuntas pihak penyedia katering yang bertanggung jawab atas program MBG di dua sekolah tersebut.

Login IG