Unilever (UNVR) Bagi Dividen Interim, Investor Dapat Rp 87 per Saham
Unilever Indonesia (UNVR) umumkan pembagian dividen interim sebesar Rp 87 per saham, dengan total nilai Rp 3,3 triliun. Pembayaran dijadwalkan 30 Desember 2025.
Jakarta, JClarity – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), emiten produsen barang konsumen cepat (fast-moving consumer goods/FMCG) terkemuka di Indonesia, resmi mengumumkan pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 87 per saham.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil Rapat Direksi yang diselenggarakan pada 4 Desember 2025 dan disetujui oleh Dewan Komisaris. Total nilai dividen interim yang akan diguyurkan oleh Perseroan mencapai sekitar Rp 3,304 triliun. Sumber dana pembagian dividen ini berasal dari sebagian laba bersih UNVR untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025.
Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, menyampaikan bahwa pembagian dividen interim ini sejalan dengan Pasal 26 ayat 4 Anggaran Dasar Perseroan, serta Pasal 70, 71, dan 72 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Bagi para investor, berikut adalah rincian jadwal penting terkait pembagian dividen interim UNVR:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 12 Desember 2025
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 15 Desember 2025
- Cum Dividen di Pasar Tunai: 16 Desember 2025
- Ex Dividen di Pasar Tunai: 17 Desember 2025
- Tanggal Daftar Pemegang Saham (Recording Date): 16 Desember 2025, Pukul 16.00 WIB
- Tanggal Pembayaran Dividen Interim: 30 Desember 2025
Sebagai informasi pendukung, kinerja keuangan UNVR menunjukkan hasil positif. Hingga akhir September 2025, UNVR mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 3,33 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan laba bersih sekitar 10,8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang menjadi dasar pertimbangan dalam penetapan dividen. Penjualan bersih juga mengalami sedikit peningkatan menjadi Rp 27,61 triliun, didominasi oleh penjualan domestik.