Teknologi

Tim UPI Bandung Kembangkan Motor Balap Berbahan Bakar Hidrogen.

Tim mahasiswa UPI Bandung menciptakan FCEV Jawara, motor sport hidrogen tanpa emisi yang mampu menempuh 428 km dengan 2 liter hidrogen. Inovasi ini lolos pendanaan PLN ICE.

BANDUNG · Monday, 17 November 2025 17:15 WITA · Dibaca: 49
Tim UPI Bandung Kembangkan Motor Balap Berbahan Bakar Hidrogen.

BANDUNG, JClarity – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung kembali mencetak prestasi di bidang teknologi hijau. Tim mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif berhasil merakit purwarupa sepeda motor sport bertenaga hidrogen yang sepenuhnya tanpa emisi, diberi nama **FCEV Jawara**. Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan kendaraan masa depan berbasis energi bersih di Indonesia dan telah diperkenalkan secara resmi pada Selasa (12/11/2025) lalu di Bandung.

Motor berteknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) ini merupakan hasil karya sepuluh mahasiswa yang dibimbing oleh dosen Sriyono, S.Pd., M.Pd. dan Ramdhani, S.Pd., M.Eng. Pengembangan prototipe ini dimulai sejak awal tahun 2024 dan berhasil lolos pendanaan nasional dalam ajang PLN Innovation and Competition in Electricity (ICE) 2024, menjadikannya salah satu dari hanya dua prototipe motor hidrogen mahasiswa yang aktif di Indonesia.

Keunggulan utama FCEV Jawara terletak pada sistem *fuel cell* yang mengubah hidrogen menjadi listrik untuk menggerakkan motor, tanpa proses pembakaran. Hasil samping dari pengoperasiannya hanyalah uap air, menjadikannya kendaraan yang senyap dan nol emisi. Dari sisi efisiensi, motor ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 428 kilometer hanya dengan dua liter hidrogen.

Selain ramah lingkungan, motor ini juga disematkan berbagai teknologi canggih. Fitur-fitur pintar yang terintegrasi meliputi sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengontrol tekanan gas dan suhu mesin, sensor kebocoran hidrogen dengan sistem *cut-off* otomatis untuk menjamin keamanan, sistem pengereman regeneratif (*regenerative braking*), GPS *tracker*, serta sistem keamanan RFID yang bahkan memungkinkan pemilik mematikan mesin dari jarak jauh melalui SMS jika terjadi pencurian.

Muhammad Zidan, salah satu anggota tim dan penanggung jawab sistem elektrika, menekankan bahwa sekitar 80 persen komponen motor ini dirakit dari produk dalam negeri. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu berinovasi dalam menciptakan teknologi otomotif berkelanjutan,” ujar Zidan. Tim UPI juga memiliki visi ke depan, termasuk rencana untuk berkompetisi di Shell Eco Marathon Asia and Middle East 2026 dan mengembangkan prototipe mobil hidrogen serta gagasan pembangunan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen.

Login IG