**Pemerintah Akselerasi Pengembangan Ekonomi Digital: Luncurkan Pelatihan Gig Economy dan Tantangan Inovasi AI untuk Generasi Z**
Pemerintah melalui Kominfo meluncurkan Pelatihan Gig Economy dan Tantangan Inovasi AI untuk Gen Z. Langkah ini merupakan akselerasi pengembangan ekonomi digital nasional.
Jakarta, JClarity – Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Akselerasi ini diwujudkan melalui peluncuran dua inisiatif utama yang ditujukan khusus bagi Generasi Z (Gen Z): Program Pelatihan Keterampilan Gig Economy dan Tantangan Inovasi Kecerdasan Buatan (AI) skala nasional.
Pengembangan talenta digital dipandang sebagai pilar kunci untuk mencapai target nilai ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$200 miliar pada tahun 2030. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam keterangan persnya, menyatakan bahwa Gen Z merupakan kelompok usia produktif yang memiliki potensi penuh untuk menjadi penggerak utama sektor ini.
Program Pelatihan Gig Economy dirancang untuk membekali angkatan kerja muda dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar global dan domestik, termasuk digital marketing, pengembangan aplikasi tanpa kode (no-code app development), analisis data dasar, dan pembuatan konten profesional. Pelatihan ini bersifat intensif dan ditargetkan mampu mencetak ribuan pekerja lepas (freelancer) digital yang tersertifikasi dan siap bersaing dalam platform-platform gig economy internasional.
Di sisi lain, 'Tantangan Inovasi AI untuk Gen Z' diluncurkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai wadah kompetisi bagi talenta-talenta muda untuk menciptakan solusi berbasis AI yang mampu menjawab permasalahan nyata di Indonesia, seperti manajemen perkotaan pintar, keberlanjutan lingkungan, dan layanan publik yang efisien. Tantangan ini diharapkan tidak hanya memunculkan ide-ide inovatif, tetapi juga menumbuhkan ekosistem startup berbasis teknologi mendalam (deep tech) di kalangan generasi muda.
“Komitmen kami jelas, yakni memastikan bonus demografi dapat diterjemahkan menjadi dividen digital,” ujar Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo. “Dengan melatih mereka untuk mahir di gig economy, kita memberikan kemandirian ekonomi. Dengan menantang mereka berinovasi di AI, kita menyiapkan mereka menjadi pemimpin teknologi masa depan bangsa.”
Fase awal kedua program ini akan dimulai pada kuartal mendatang dengan melibatkan kemitraan strategis antara lembaga pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi untuk menjamin relevansi kurikulum pelatihan dan keberlanjutan inkubasi bagi proyek-proyek AI yang terpilih, demi menjadikan Indonesia sebagai pusat kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara.