Kemkomdigi Luluskan Lebih dari 30 Ribu Talenta AI, Perkuat Daya Saing Indonesia
Kemkomdigi meluluskan 32.630 talenta AI dari program Digital Talent Scholarship dan AI Talent Factory. Ini adalah upaya 'leveling up' talenta digital Indonesia untuk memperkuat daya saing global di era AI.
Jakarta, JClarity – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menunjukkan komitmennya yang kuat dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan mengumumkan kelulusan lebih dari 30 ribu talenta Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) nasional. Pencapaian ini, yang ditandai dengan pelaksanaan acara ‘AI Talent Day & Graduation 2025’, merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) digital dan meningkatkan daya saing bangsa di kancah global.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menyampaikan bahwa per Rabu (17/12/2025), tercatat 32.630 peserta dari total lebih dari 49 ribu peserta program Digital Talent Scholarship (DTS) telah dinyatakan lulus, khususnya pada bidang AI. Kelulusan massal ini diharapkan menjadi modal besar bagi Indonesia, mengingat talenta digital saat ini telah menjadi ‘mata uang baru’ (*new currency*) dalam transformasi digital.
“Yang kita lakukan pada hari ini kita juga merayakan kelulusan mereka yang mengikuti program AI Talent Factory di Universitas Brawijaya. Dan ini adalah salah satu bentuk upaya yang dilakukan oleh Komdigi untuk meningkatkan kemampuan digital talent kita di bidang Artificial Intelligence,” ujar Wamenkomdigi. Ia menegaskan, program unggulan seperti AI Talent Factory (AITF) dirancang sebagai bentuk *leveling up* kemampuan talenta digital Indonesia agar mampu berkompetisi dan memiliki daya saing yang kuat di tengah dinamika pengembangan teknologi AI global.
Program AITF, yang berfokus pada konsep *Triple C*—*Complete*, *Connect*, dan *Create*—bertujuan memastikan kurikulum pelatihan sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan riil industri. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan talenta yang tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga dapat menciptakan solusi nyata atas persoalan bangsa dengan intervensi teknologi AI.
Meski capaian ini signifikan, Nezar Patria menekankan bahwa jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan nasional. Hingga tahun 2030, Indonesia diproyeksikan membutuhkan sekitar 9 juta hingga 12 juta talenta digital. Saat ini, talenta yang tersedia baru mencapai sekitar 30 persen dari total kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, Kemkomdigi berkomitmen untuk terus memperluas program AITF dengan menggandeng lebih banyak perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), untuk mencetak talenta AI unggul yang mampu menjadi pencipta teknologi.
Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kemkomdigi, Said Mirza Pahlevi, menambahkan bahwa ‘AI Talent Day & Graduation 2025’ adalah ruang refleksi, apresiasi, dan penguatan komitmen bersama atas capaian pembinaan talenta digital sepanjang tahun 2025. Kolaborasi dengan mitra industri, akademisi, dan komunitas digital menjadi kunci keberhasilan program ini dalam menjamin kesinambungan antara pelatihan dan dunia kerja.