Teknologi

Terbaru: ChatGPT Versi Nano Kini Tersemat Langsung di Ponsel Pintar Tanpa Koneksi Internet

Revolusi AI seluler! Model bahasa canggih (LLM) versi 'Nano' kini tertanam di ponsel pintar seperti Gemini Nano, bekerja tanpa internet untuk kecepatan & privasi maksimal.

JAKARTA · Monday, 17 November 2025 17:59 WITA · Dibaca: 38
Terbaru: ChatGPT Versi Nano Kini Tersemat Langsung di Ponsel Pintar Tanpa Koneksi Internet

JAKARTA, JClarity – Era kecerdasan buatan (AI) yang terkurung dalam 'awan' (cloud) internet telah berakhir. Perkembangan terbaru dalam teknologi Large Language Model (LLM) telah mewujudkan apa yang selama ini dianggap fiksi ilmiah: asisten AI canggih yang bekerja langsung di dalam ponsel pintar tanpa memerlukan koneksi internet, menjanjikan kecepatan instan, privasi tak tertandingi, dan fungsionalitas di mana saja.

Meskipun judul 'ChatGPT Versi Nano' menjadi perbincangan hangat, terobosan aktual yang memimpin revolusi ini datang dari model-model AI berukuran kecil (Small Language Models/SLM) yang dioptimalkan, seperti Gemini Nano milik Google dan model lain dari komunitas sumber terbuka. Model-model 'Nano' ini dirancang khusus untuk berjalan secara on-device, memanfaatkan Unit Pemrosesan Saraf (NPU) yang semakin kuat pada chipset ponsel premium.

Pakar teknologi menyebut fenomena ini sebagai pergeseran fundamental. Berbeda dengan model pendahulu seperti versi penuh ChatGPT yang memerlukan pusat data masif untuk memproses setiap permintaan, versi SLM memiliki parameter yang jauh lebih sedikit, memungkinkan pemuatan dan eksekusi dalam RAM perangkat seluler. Sebagai contoh, Google telah meluncurkan aplikasi demonstrasi 'AI Edge Gallery' yang memungkinkan pengembang menjalankan model-model ringan, dengan ukuran unduhan mulai dari sekitar 500 MB hingga 4 GB, langsung di perangkat Android tanpa perlu koneksi daring setelah model terpasang.

Keputusan untuk memproses AI secara lokal membawa tiga manfaat utama bagi pengguna. Pertama adalah Kecepatan dan Latensi Nol. Tanpa menunggu perjalanan data ke server cloud dan kembali, respons AI menjadi hampir seketika. Kedua adalah Privasi Data yang Tak Terbantahkan. Data pengguna, termasuk pesan, draf email, atau instruksi, tidak pernah meninggalkan perangkat, menghapus kekhawatiran tentang kebocoran data sensitif. Ketiga, Fungsionalitas Offline Penuh, memungkinkan fitur AI bekerja di lokasi tanpa sinyal internet, seperti di penerbangan atau daerah terpencil.

Meskipun demikian, ada beberapa catatan penting. Kemampuan ini sebagian besar masih terbatas pada ponsel pintar kelas atas yang dilengkapi dengan NPU berkapasitas tinggi, seperti seri Pixel terbaru dan flagship Android lainnya yang ditenagai oleh chipset seperti Snapdragon 8 Gen 4 atau MediaTek Dimensity 9400. Selain itu, karena bekerja secara offline, model AI 'Nano' ini tidak dapat mengakses informasi real-time atau kejadian terbaru di luar tanggal batas pelatihan mereka. Sementara OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, telah merilis model sumber terbuka (gpt-oss), model berkapasitas 20 miliar parameternya masih terlalu besar (sekitar 12.2GB) dan belum dioptimalkan untuk GPU/NPU seluler pada tingkat konsumen, meskipun perusahaan lain telah membuat kemajuan signifikan dengan model yang jauh lebih kecil dan efisien.

Dengan integrasi AI ke dalam fitur sistem operasi seperti papan ketik (keyboard) untuk saran balasan atau proofreading, kehadiran AI 'Nano' di perangkat adalah standar baru bagi komputasi seluler. Perangkat lunak dan perangkat keras kini bekerja sama, menandai tonggak sejarah di mana AI yang kuat tidak lagi menjadi hak eksklusif infrastruktur cloud yang mahal.

Login IG