Teknologi

Teknologi Pengganti GPS Sedang Uji Coba, Pelacakan Lokasi Bakal Berubah Total.

Uji coba teknologi PNT baru sebagai pengganti GPS sedang berlangsung, menjanjikan pelacakan lokasi yang lebih akurat, tahan gangguan, dan revolusi navigasi global.

JAKARTA · Friday, 21 November 2025 21:00 WITA · Dibaca: 25
Teknologi Pengganti GPS Sedang Uji Coba, Pelacakan Lokasi Bakal Berubah Total.

JAKARTA, JClarity – Era dominasi penuh Global Positioning System (GPS) sebagai satu-satunya standar navigasi global tampaknya akan segera berakhir. Sejumlah negara maju dan konsorsium teknologi kini tengah gencar melakukan uji coba terhadap serangkaian sistem Positioning, Navigation, and Timing (PNT) alternatif, yang dirancang untuk mengatasi kerentanan GPS dan menjanjikan akurasi pelacakan lokasi yang lebih superior, terutama di lingkungan yang kompleks.

Uji coba teknologi pengganti ini merupakan respons langsung terhadap tantangan keamanan dan fungsionalitas yang dihadapi GPS—sistem navigasi berbasis satelit yang rentan terhadap gangguan sinyal (jamming), pemalsuan data (spoofing), dan kegagalan fungsi di dalam ruangan (indoor) atau di antara gedung-gedung pencakar langit (urban canyons). Inisiatif global, khususnya di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia, kini berfokus pada pengembangan sistem PNT berbasis terestrial (darat) yang dapat memberikan cadangan (redundancy) dan ketahanan.

Salah satu teknologi yang sedang diuji coba secara intensif adalah sistem navigasi berbasis sinyal radio darat, seperti versi modern dari eLoran (enhanced Long Range Navigation) atau sistem berbasis jaringan komunikasi seluler generasi terbaru (5G/6G PNT). Berbeda dengan GPS yang sinyalnya datang dari luar angkasa, sistem terestrial ini memanfaatkan jaringan menara transmisi darat yang lebih kuat, lebih sulit diganggu, dan mampu menembus bangunan, memungkinkan pelacakan lokasi dengan presisi tinggi di tempat yang sebelumnya 'buta' bagi GPS.

Tidak hanya sistem darat, penelitian juga diarahkan pada teknologi revolusioner seperti navigasi inersia berbasis sensor kuantum. Meskipun masih dalam tahap awal, sensor kuantum menjanjikan kemampuan penentuan posisi yang sangat akurat tanpa memerlukan sinyal eksternal sama sekali. Hal ini membuka prospek untuk navigasi yang tak tertandingi di bawah tanah, di dasar laut, atau di wilayah yang sengaja memblokir sinyal radio. Ketika sistem-sistem ini terintegrasi, pelacakan lokasi akan bertransformasi dari sekadar akurasi meter menjadi sentimeter, bahkan milimeter.

Jika uji coba ini berhasil dan diadopsi secara luas, dampaknya akan meluas ke seluruh sektor, mulai dari logistik otonom, transportasi cerdas (smart mobility), pertanian presisi, hingga pertahanan dan keamanan nasional. Perubahan ini menandai dimuluhnya era baru dalam teknologi navigasi, di mana redundansi dan ketahanan menjadi standar, dan pelacakan lokasi bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi infrastruktur digital global yang sepenuhnya terpercaya.

Login IG