TBIG Buyback 158 Juta Saham Mulai Hari Ini 30 Oktober 2025.
TBIG resmi memulai program buyback 158 juta saham di BEI mulai hari ini, 30 Oktober 2025. Langkah ini untuk stabilisasi harga dan insentif karyawan.
Jakarta, JClarity – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) secara resmi memulai program pembelian kembali saham (buyback) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Kamis (30/10/2025). Aksi korporasi ini menargetkan pembelian maksimum sebanyak 158.000.000 (seratus lima puluh delapan juta) lembar saham, sebagai bagian dari strategi manajemen untuk menstabilkan harga saham dan mendukung program insentif jangka panjang.
Manajemen TBIG dalam pengumuman resmi menyebutkan bahwa pelaksanaan buyback ini akan dilakukan secara bertahap dalam periode waktu yang telah ditetapkan. Sumber dana yang akan digunakan untuk membiayai aksi korporasi ini berasal dari kas internal (retained earnings) yang tidak akan mempengaruhi kelangsungan operasional maupun modal kerja perseroan. Keputusan untuk melakukan buyback ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebelumnya, yang memberikan mandat kepada direksi untuk melaksanakan pembelian kembali saham hingga batas waktu tertentu atau hingga jumlah maksimum saham tercapai.
Berdasarkan regulasi yang berlaku, TBIG akan melaksanakan pembelian kembali saham melalui BEI, dengan menunjuk anggota bursa (broker) yang akan bertindak sebagai pelaksana transaksi. Harga pembelian saham akan mengikuti ketentuan yang berlaku di pasar reguler, yaitu tidak melebihi harga yang lebih tinggi dari harga penutupan perdagangan harian sebelumnya atau harga rata-rata dari tiga transaksi terakhir. Program ini juga ditujukan sebagai langkah antisipatif terhadap volatilitas pasar, sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap nilai fundamental perseroan di tengah kondisi pasar modal yang dinamis.
Pembelian kembali saham ini, selain sebagai upaya stabilisasi harga, juga bertujuan untuk pengalihan saham treasury yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk program insentif jangka panjang bagi karyawan dan manajemen, seperti *Employee Stock Option Program* (ESOP) atau sejenisnya. Dengan demikian, aksi korporasi ini diharapkan dapat meningkatkan loyalitas serta kinerja manajemen dan karyawan dalam jangka panjang.
Analis pasar modal menilai bahwa keputusan TBIG untuk memulai buyback pada hari ini akan memberikan sentimen positif di pasar, khususnya di tengah tekanan yang mungkin terjadi pada saham-saham sektor menara telekomunikasi. Aksi ini merupakan sinyal kuat dari komitmen manajemen TBIG untuk menjaga nilai pemegang saham dan menegaskan posisi dominasi perseroan di industri infrastruktur menara Indonesia.