Surge Gandeng Huawei Perluas 5G FWA, Saham WIFI Terkoreksi
Surge (WIFI) jalin kemitraan strategis dengan Huawei perluas layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) guna menjangkau 5 juta rumah tangga. Saham WIFI terkoreksi tipis.
JAKARTA, JClarity – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), atau yang dikenal dengan Surge, mengumumkan kemitraan strategis dengan raksasa teknologi global, Huawei Indonesia, untuk mengakselerasi implementasi layanan Fixed Wireless Access (FWA) 5G di Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan Internet Terjangkau (Broadband Terjangkau) yang diinisiasi oleh Surge, dengan target ambisius menjangkau hingga 5 juta rumah tangga per tahun.
Meskipun aksi korporasi ini dinilai sangat strategis dan mendapat respons positif dari pasar di awal, harga saham WIFI pada penutupan perdagangan terakhir justru mengalami koreksi. Berdasarkan data bursa, saham WIFI melemah sebesar 1,84 persen ke level Rp3.200 per saham setelah sempat menguat sehari sebelumnya.
Direktur Surge, Shannedy Ong, menjelaskan bahwa kemitraan dengan Huawei merupakan langkah krusial untuk memperkuat fondasi teknologi dalam upaya pemerataan akses digital nasional. Kerjasama ini akan mencakup pengembangan ekosistem end-to-end 5G FWA di pita frekuensi 1,4 GHz yang telah dikembangkan Surge. Fokus pengembangannya meliputi jaringan inti (core network), radio, hingga perangkat pelanggan (Customer Premises Equipment/CPE), demi menghadirkan akses broadband berkecepatan tinggi dengan biaya yang efisien.
Dari sisi Huawei, CEO Huawei Enterprise Wireless Domain, Duan Hao, menyatakan kebanggaannya dapat bermitra dengan Surge, yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap transformasi digital Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator penting bagi percepatan pemerataan broadband nasional dan penguatan daya saing digital Indonesia di era konektivitas 5G.
Koreksi harga saham WIFI di tengah sentimen positif dari aksi korporasi strategis ini diindikasikan akibat adanya aksi ambil untung (profit taking) oleh investor. Saham emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo ini memang telah menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, namun tren jangka panjangnya menunjukkan kenaikan signifikan. Meskipun harga mengalami pelemahan, minat beli terbanyak masih berada di rentang harga yang cukup dekat dengan harga penutupan, menunjukkan keyakinan pasar terhadap fundamental jangka panjang perusahaan di sektor infrastruktur digital. Selain Huawei, Surge diketahui juga telah menggandeng perusahaan teknologi global lainnya, Qualcomm, untuk proyek 5G FWA yang sama.