Teknologi

Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler.

Starlink dan Samsung berkolaborasi mengembangkan chip AI canggih untuk teknologi Direct-to-Cell. Ponsel akan terhubung langsung ke satelit tanpa menara seluler.

Jakarta · Monday, 03 November 2025 13:00 WITA · Dibaca: 19
Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler.

JAKARTA, JClarity – Starlink, perusahaan satelit milik Elon Musk di bawah naungan SpaceX, dilaporkan menjalin kerja sama strategis dengan Samsung Electronics untuk mengembangkan teknologi konektivitas internet masa depan yang tidak lagi membutuhkan menara seluler di darat. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan solusi 'Direct-to-Cell' (D2C) yang memungkinkan perangkat pengguna, termasuk ponsel pintar, terhubung langsung ke konstelasi satelit di orbit.

Kerja sama ini berfokus pada pengembangan chip berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang krusial. Divisi System LSI Samsung dikabarkan sedang merancang chip Exynos baru yang terintegrasi dengan Unit Pemrosesan Saraf (NPU) berbasis AI. Chip canggih ini dirancang untuk dapat memprediksi lintasan satelit Starlink dan mengoptimalkan tautan sinyal secara real-time, memastikan konektivitas yang stabil bahkan di wilayah terpencil.

Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Starlink untuk menghadirkan Jaringan Non-Terestrial 6G (6G NTN), yang secara efektif mengubah satelit-satelit LEO (Low Earth Orbit) menjadi 'menara seluler di luar angkasa'. Teknologi Direct-to-Cell Starlink memungkinkan perangkat standar 4G/LTE yang ada untuk mengirim SMS, melakukan panggilan, dan mengakses data dasar tanpa perlu melakukan perubahan pada hardware, firmware, atau aplikasi khusus.

Analis industri memandang terobosan ini sebagai potensi disrupsi besar terhadap arsitektur telekomunikasi konvensional. Starlink sendiri telah mengalokasikan dana fantastis, sekitar 17 miliar Dolar AS (sekitar Rp 257 triliun) untuk spektrum dan frekuensi layanan satelit yang akan mendukung jaringan 6G NTN ini. Pengembangan chip bersama Samsung menunjukkan upaya serius untuk mengintegrasikan konektivitas satelit langsung ke dalam perangkat konsumen secara masif.

Meskipun layanan Starlink Direct-to-Cell telah diuji coba dan diluncurkan secara bertahap melalui mitra operator seluler di berbagai negara, termasuk kemitraan awal dengan T-Mobile di Amerika Serikat yang melibatkan beberapa model Samsung Galaxy, kolaborasi manufaktur chip ini memperkuat posisi Starlink dan Samsung sebagai pemain kunci dalam mendefinisikan standar komunikasi global di masa depan.

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, teknologi ini memiliki relevansi tinggi. Dengan banyaknya 'zona tanpa sinyal' di ribuan pulau dan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), solusi internet tanpa infrastruktur darat dapat menjadi revolusioner, menyediakan akses komunikasi yang stabil dan cepat saat menghadapi kondisi geografis sulit atau saat terjadi bencana.

Login IG