Teknologi

Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler

Starlink gandeng Samsung kembangkan chip berteknologi AI untuk layanan Direct to Cell (D2C), memungkinkan ponsel tersambung ke satelit tanpa menara BTS. Voice & data penuh direncanakan hadir tahun 2025.

Jakarta · Sunday, 02 November 2025 10:00 WITA · Dibaca: 61
Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler

Jakarta, JClarity – Starlink, layanan internet satelit orbit rendah milik SpaceX, dilaporkan menjalin kerja sama strategis dengan raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, untuk mengembangkan teknologi 'Direct to Cell' (D2C) yang memungkinkan perangkat seluler tersambung langsung ke satelit tanpa memerlukan menara Base Transceiver Station (BTS) konvensional di darat. Inisiatif ini menandai lompatan signifikan dalam upaya menyediakan konektivitas global yang benar-benar tanpa batas, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan seperti Indonesia.

Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan komponen kunci, di mana divisi System LSI Samsung dikabarkan tengah menggarap chip Exynos yang terintegrasi dengan akselerator kecerdasan buatan (AI), atau neural processing unit (NPU), yang akan menjadi otak bagi kemampuan konektivitas satelit langsung pada perangkat. Eksekutif senior Samsung disebut telah bertemu dengan pejabat SpaceX untuk berbagi detail teknis, mengindikasikan kemajuan serius dalam proyek ambisius ini.

Teknologi Direct to Cell Starlink dirancang untuk mengubah satelit Starlink di orbit rendah (LEO) menjadi stasiun pemancar seluler (BTS) yang beroperasi di luar angkasa. Satelit ini dilengkapi dengan modem eNodeB canggih, yang memungkinkannya berintegrasi layaknya mitra roaming standar dalam jaringan seluler. Hal yang revolusioner adalah layanan ini diklaim akan bekerja dengan perangkat ponsel LTE (4G) yang sudah ada di pasaran, tanpa memerlukan modifikasi perangkat keras, perangkat lunak khusus, atau aplikasi tambahan.

Secara bertahap, layanan D2C ini telah mulai diimplementasikan. Tahap awal pada akhir 2024 difokuskan pada pengiriman pesan teks (SMS) melalui satelit. Rencananya, akses suara dan data internet penuh dari Starlink ke perangkat seluler tanpa menara akan tersedia mulai tahun 2025. Perkembangan ini sangat relevan bagi Indonesia, negara kepulauan dengan tantangan geografis yang besar dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi darat.

Analis industri memandang kerja sama Starlink-Samsung dalam pengembangan chip satelit 6G Non-Terrestrial Network (NTN) ini berpotensi mendisrupsi arsitektur telekomunikasi tradisional secara fundamental. Dengan kemampuan menjangkau 'zona mati' seluler di seluruh dunia, teknologi ini akan menjadi landasan bagi pasar konektivitas yang diperkirakan akan bernilai fantastis di masa depan, sekaligus memperkuat visi jangka panjang Starlink untuk menghadirkan jaringan 6G yang tidak sepenuhnya bergantung pada infrastruktur darat.

Login IG