Teknologi

Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler

Starlink dan Samsung bermitra kembangkan modem Exynos berteknologi AI untuk koneksi internet langsung dari HP ke satelit (Direct-to-Cell), tanpa menara seluler.

Jakarta · Saturday, 01 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 35
Starlink Gandeng Samsung Bikin Teknologi Internetan Tanpa Menara Seluler

Jakarta, JClarity – Starlink, layanan internet berbasis satelit milik SpaceX, dilaporkan menjalin kemitraan strategis dengan Samsung Electronics untuk mengembangkan teknologi konektivitas langsung dari satelit ke perangkat (Direct-to-Cell/DTC) tanpa memerlukan infrastruktur menara seluler tradisional. Kolaborasi ini disebut-sebut menjadi langkah awal dalam mewujudkan jaringan 6G Non-Terrestrial Network (NTN) yang ambisius.

Sumber internal yang mengetahui permasalahan ini mengungkapkan bahwa divisi System LSI Samsung tengah mengembangkan modem Exynos baru yang terintegrasi dengan akselerator Kecerdasan Buatan (AI), atau yang dikenal sebagai Neural Processing Unit (NPU). Chip canggih ini dirancang untuk memungkinkan perangkat seperti ponsel pintar, router skala kecil, atau laptop untuk terhubung langsung ke konstelasi satelit Starlink yang mengorbit rendah (LEO).

Peran utama teknologi AI dalam modem Exynos terbaru ini sangat krusial. Modem tersebut akan memiliki kemampuan untuk memprediksi lintasan satelit secara *real-time* dan mengoptimalkan tautan sinyal, sebuah tantangan signifikan mengingat satelit LEO bergerak dengan kecepatan tinggi. Data presentasi internal menunjukkan bahwa modem Exynos yang baru dapat meningkatkan identifikasi pancaran sinyal (beam identification) hingga 55 kali lipat dan prediksi saluran (channel prediction) sebanyak 42 kali dibandingkan model Exynos yang ada saat ini.

Inisiatif ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Starlink dan SpaceX untuk jaringan 6G NTN. Tujuan dari jaringan non-terestrial ini adalah untuk menghilangkan zona 'mati sinyal' (blank spot) secara global dan menyediakan konektivitas yang stabil bahkan di wilayah terpencil seperti pegunungan, gurun, atau lautan. Sebelumnya, SpaceX telah mengalokasikan investasi besar sekitar $17 miliar (sekitar Rp278 triliun, kurs Rp16.350) untuk akuisisi spektrum dan frekuensi layanan satelit demi mendukung rencana 6G NTN ini.

Analis industri memandang kerja sama antara raksasa semikonduktor dan telekomunikasi luar angkasa ini dapat mengganggu arsitektur telekomunikasi konvensional. Teknologi koneksi satelit langsung ke ponsel ini diproyeksikan akan menjadi dasar bagi pasar yang diperkirakan bernilai hingga $530 miliar (sekitar Rp8.665 triliun) pada tahun 2040. Starlink Direct-to-Cell sendiri telah memulai uji coba layanan pesan teks di beberapa negara dengan operator mitra, dan layanan suara serta data dijadwalkan akan menyusul dalam waktu dekat, menandai pergeseran besar dalam cara masyarakat global terhubung.

Login IG