Saham

Secara Teknikal, IHSG Berpeluang Menguat pada Senin (15/12), Saham Apa yang Menarik?

Analisis teknikal IHSG untuk Senin (15/12). IHSG berpeluang menguat, didukung sentimen global dan level support kuat 7.200. Cek rekomendasi saham: BBCA, ADRO, dan ANTM.

Jakarta · Sunday, 14 December 2025 20:00 WITA · Dibaca: 33
Secara Teknikal, IHSG Berpeluang Menguat pada Senin (15/12), Saham Apa yang Menarik?

Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada pembukaan pekan ini, Senin (15/12/2025). Analisis teknikal menunjukkan adanya sinyal positif setelah IHSG menutup perdagangan akhir pekan lalu (12/12) dengan koreksi minor di level 7.250, yang dianggap sebagai fase konsolidasi sehat.

Analis dari JClarity Research menilai pergerakan IHSG pada Senin mendatang akan dipengaruhi oleh sentimen positif dari bursa global, khususnya kenaikan Wall Street, serta indikator teknikal domestik yang mulai menunjukkan momentum bullish. Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang support kuat di level 7.200 dan resistance terdekat di 7.330.

Penguatan ini didukung oleh indikator Relative Strength Index (RSI) yang bergerak netral cenderung naik, serta sinyal Golden Cross pada indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang mengindikasikan akumulasi beli oleh pelaku pasar. Level 7.200 menjadi kunci penting; selama level ini dipertahankan, peluang IHSG untuk menguji kembali level psikologis 7.350 terbuka lebar.

Mengingat potensi penguatan tersebut, JClarity Research merekomendasikan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati atau dikoleksi (Accumulation Buy) pada perdagangan hari Senin (15/12) ini, terutama saham-saham dari sektor perbankan, komoditas, dan pertambangan.

1. Bank Central Asia (BBCA): Saham sektor perbankan kapitalisasi besar ini tetap menjadi pilihan utama. BBCA dinilai memiliki fundamental yang sangat solid dan selalu menjadi pilihan 'safe haven' saat pasar mulai menunjukkan pembalikan arah. Secara teknikal, BBCA berhasil bertahan di atas Moving Average (MA) 20 hari, dengan target harga terdekat di Rp 10.500.

2. Adaro Energy Indonesia (ADRO): Sektor komoditas energi masih menarik seiring stabilnya harga batu bara global. ADRO secara teknikal menunjukkan adanya potensi breakout dari pola konsolidasi jangka pendek, dengan level beli ideal di sekitar Rp 2.800 dan target harga trading di kisaran Rp 3.000.

3. Aneka Tambang (ANTM): Saham pertambangan nikel ini berpotensi menguat didorong oleh proyek hilirisasi yang berjalan masif. ANTM saat ini berada di area support jangka menengah. Rekomendasi Trading Buy dapat diterapkan dengan batas stop loss ketat di bawah Rp 1.550 dan target harga di Rp 1.700.

Para investor dan trader diimbau untuk selalu mempertimbangkan manajemen risiko dan melakukan riset independen sebelum mengambil keputusan investasi. Volatilitas pasar yang didorong oleh data ekonomi global tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Login IG