Teknologi

Samsung Galaxy Z Fold 6: Fitur AI-nya Tak Ada Lawan, Jadi Standar Baru Ponsel Lipat?

Analisis mendalam fitur Galaxy AI pada Samsung Galaxy Z Fold 6 yang dioptimalkan untuk layar lipat. Apakah fitur seperti Interpreter Mode dan Note Assist menjadikannya standar baru bagi industri ponsel lipat?

Jakarta · Saturday, 04 October 2025 16:00 WITA · Dibaca: 48
Samsung Galaxy Z Fold 6: Fitur AI-nya Tak Ada Lawan, Jadi Standar Baru Ponsel Lipat?

Jakarta, JClarity – Peluncuran resmi Samsung Galaxy Z Fold 6 pada Juli 2024 di ajang Galaxy Unpacked di Paris menandai titik balik penting dalam evolusi ponsel lipat. Bukan hanya peningkatan desain yang lebih tipis dan ringan, fokus utama perangkat ini adalah pada integrasi mendalam fitur kecerdasan buatan (AI) yang dijuluki ‘Galaxy AI’, yang kini dioptimalkan secara spesifik untuk memanfaatkan layar besar, menimbulkan pertanyaan: apakah ini adalah standar baru yang tak tertandingi di pasar ponsel lipat global?

Samsung secara eksplisit menyatakan bahwa Galaxy Z Fold 6 telah “diimajinasikan ulang” dengan berpusat pada AI, menjadikannya sebuah perangkat yang unggul dalam produktivitas dan multitasking. Kemampuan ini didukung oleh penggunaan prosesor tercanggih, Snapdragon 8 Gen 3 Mobile Platform for Galaxy, yang dioptimalkan khusus untuk pemrosesan AI on-device (di dalam perangkat).

Salah satu fitur unggulan yang secara unik memanfaatkan faktor bentuk lipat adalah Interpreter Mode. Mode ini memungkinkan terjemahan percakapan tatap muka secara *real-time* menggunakan kedua layar (layar utama dan layar depan), sehingga setiap pihak dapat membaca terjemahan di sisi layarnya masing-masing, menciptakan interaksi yang lebih alami. Selain itu, fungsionalitas Galaxy AI diperluas dengan fitur seperti AI Results View, yang menampilkan hasil pencarian AI (misalnya dari Circle to Search) di jendela terpisah, memungkinkan konten asli tetap terlihat—sebuah keunggulan signifikan dalam skenario Multi Window atau multitasking.

Dalam ranah produktivitas, fitur Note Assist pada Samsung Notes kini diperkuat untuk membuat ringkasan, menerjemahkan, dan melakukan transkripsi rekaman suara secara instan. Fungsionalitas baru lainnya adalah Sketch to Image, yang memungkinkan pengguna membuat gambar yang lebih canggih dengan hanya membuat sketsa atau tulisan di aplikasi Notes atau Galeri, kemudian AI akan menghasilkan berbagai opsi gambar. Kemampuan untuk menerjemahkan teks dalam file PDF, bahkan yang terdapat pada gambar dan grafik, juga terintegrasi dalam Notes, semakin memperkuat kapabilitasnya sebagai pusat kerja portabel.

Integrasi AI yang erat ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pengguna Fold 6, tetapi juga berfungsi sebagai tolok ukur yang menantang para kompetitor di segmen ponsel lipat, seperti Google Pixel Fold, Xiaomi, atau Honor. Dengan menggeser narasi persaingan dari sekadar durabilitas engsel ke utilitas perangkat lunak yang didorong oleh AI, Samsung telah mendefinisikan ulang apa yang seharusnya ditawarkan oleh ponsel lipat premium. Keputusan untuk mengoptimalkan AI agar bekerja sinergis dengan layar besar memastikan Galaxy Z Fold 6 tidak hanya unggul dalam perangkat keras, tetapi juga dalam kemampuan komputasi cerdasnya, menjadikannya acuan standar baru yang sulit dikejar.

Login IG