Teknologi

Sambungan Polemik Foto ala Studio Ghibli, Kreator Wanti-wanti OpenAI.

Studio Ghibli dan kreator Jepang melalui CODA wanti-wanti OpenAI agar berhenti pakai karya berhak cipta untuk latih AI, mengancam tempuh jalur hukum.

Jakarta · Saturday, 08 November 2025 01:00 WITA · Dibaca: 45
Sambungan Polemik Foto ala Studio Ghibli, Kreator Wanti-wanti OpenAI.

Jakarta, JClarity – Kontroversi seputar penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) untuk meniru gaya visual Studio Ghibli kembali memanas. Content Overseas Distribution Association (CODA), sebuah asosiasi perdagangan yang mewakili penerbit dan studio konten budaya pop Jepang, termasuk Studio Ghibli, dilaporkan telah mengirimkan surat resmi kepada OpenAI, mendesak perusahaan tersebut untuk menghentikan penggunaan materi berhak cipta mereka sebagai data pelatihan model AI.

Langkah tegas dari kreator Jepang ini merupakan sambungan dari polemik yang mencuat pada Maret 2025. Saat itu, fitur generator gambar bawaan pada ChatGPT milik OpenAI memicu tren global yang disebut 'Ghiblifikasi,' di mana pengguna dapat dengan mudah mengubah foto pribadi, hewan peliharaan, hingga tokoh publik menjadi ilustrasi dengan estetika khas film-film karya Hayao Miyazaki.

Meskipun OpenAI telah menerapkan 'pendekatan konservatif' dengan memblokir permintaan eksplisit yang meniru gaya Studio Ghibli maupun seniman hidup tertentu tak lama setelah tren tersebut viral, kekhawatiran para kreator tetap meningkat. Kekhawatiran utama CODA muncul menjelang rencana OpenAI memperluas akses ke Sora, model generatif video realistik mereka. Mereka meminta OpenAI tidak lagi menggunakan konten anime, komik, atau manga anggotanya untuk proses pembelajaran mesin tanpa izin eksplisit.

Asosiasi tersebut mewanti-wanti bahwa jika OpenAI memilih untuk mengabaikan permintaan resmi ini, para pemegang hak cipta, termasuk Studio Ghibli, akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum. Permintaan ini menyoroti praktik OpenAI yang selama ini dikenal cenderung menerapkan pendekatan 'minta maaf, bukan meminta izin' (ask forgiveness, not permission) terhadap konten berhak cipta.

Meski Studio Ghibli sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tren gambar AI terbaru, pendirinya, Hayao Miyazaki, memiliki sikap yang sangat kritis terhadap AI. Dalam kesempatan sebelumnya, sutradara legendaris tersebut pernah secara terbuka menyebut karya seni yang dihasilkan AI sebagai 'penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.'

Polemik ini kembali membuka perdebatan global mengenai batas etika, hukum hak cipta, dan masa depan seniman di era teknologi generatif, terutama mengingat regulasi hukum hak cipta, khususnya di Amerika Serikat, belum sepenuhnya menyesuaikan diri dengan perkembangan pesat model pelatihan AI.

Login IG