Saham Sudah Naik 768%, Tiba-Tiba Ada Transaksi Jumbo Rp 1,6 Triliun.
Saham IMPC melonjak 768% YtD, kemudian terjadi transaksi jumbo senilai Rp 1,6 T (700 juta saham) di pasar negosiasi, bertepatan dengan aksi korporasi WTE Bali.
Jakarta, JClarity – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini dihebohkan dengan munculnya transaksi jumbo yang melibatkan salah satu saham dengan kenaikan fantastis. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), emiten produsen material bangunan dan industri, mencatatkan transaksi di pasar negosiasi dengan nilai mencapai Rp 1,6 triliun, di tengah performa harga sahamnya yang sudah melesat hingga 768% sepanjang tahun berjalan.
Data dari pasar modal menunjukkan bahwa transaksi jumbo tersebut terjadi pada Selasa (25/11/2025) di pasar negosiasi, di mana sebanyak 700 juta lembar saham IMPC berpindah tangan. Nilai total transaksi ini mencapai sekitar Rp 1,61 triliun, dengan harga kesepakatan dipatok pada level Rp 2.300 per saham. Meskipun demikian, hingga berita ini diturunkan, identitas pihak pembeli maupun penjual, serta tujuan spesifik dari transaksi *crossing* saham dalam jumlah masif ini, belum terungkap ke publik.
Kenaikan harga saham IMPC sendiri, yang sudah terbang lebih dari 750% secara *Year-to-Date* (YtD), menjadikan transaksi ini semakin menarik perhatian investor. Pada perdagangan hari yang sama, saham IMPC di pasar reguler juga merespons positif dengan lonjakan harga. Pada pukul 14.25 WIB, harga saham IMPC tercatat melesat sebesar 8,30% ke level Rp 3.130 per saham, meningkatkan kapitalisasi pasarnya menjadi sekitar Rp 172,84 triliun.
Transaksi negosiasi yang signifikan ini bertepatan dengan sejumlah manuver bisnis strategis yang sedang digarap oleh perseroan. Terbaru, IMPC melalui anak usahanya, PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), baru saja menandatangani nota kesepahaman (*Memorandum of Understanding*/MoU) dengan PT CCEPC Indonesia (CCEPC) untuk pengembangan proyek *waste-to-energy* (WTE) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Bali. Dalam kolaborasi ini, SKI akan berperan sebagai penyedia dukungan investasi, sementara CCEPC akan menyediakan dukungan teknis sebagai kontraktor EPC (*Engineering, Procurement, Construction*) dan O&M (*Operation & Maintenance*).
Selain proyek energi terbarukan, IMPC juga menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi polimer. Perusahaan mengumumkan investasi senilai Rp 250 miliar hingga tahun 2026 untuk mendirikan Impack Polymer Science Institute (IPSI). IPSI ditargetkan akan menjadi pusat pelatihan polimer atau plastik terbesar di ASEAN, menggandeng SKZ - *German Plastics Center* sebagai mitra pelaksana. Aksi korporasi ini menunjukkan bahwa transaksi jumbo terjadi di tengah sentimen fundamental yang kuat dan ekspansif dari perseroan.