Saham

Saham-Saham Ini Melonjak Gila-gilaan, Tertinggi Sentuh 150% Pasca IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

IHSG cetak rekor tertinggi baru di 8.394,59. Sejumlah saham, dipimpin FPNI, melonjak hingga 150% dalam sepekan, didorong penguatan sektor dan net buy asing.

Jakarta · Sunday, 09 November 2025 03:00 WITA · Dibaca: 52
Saham-Saham Ini Melonjak Gila-gilaan, Tertinggi Sentuh 150% Pasca IHSG Cetak Rekor Tertinggi Baru

Jakarta, JClarity – Pekan perdagangan periode 3 hingga 7 November 2025 mencatatkan sejarah baru bagi pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) baru, yang diikuti oleh lonjakan harga saham "gila-gilaan" dari sejumlah emiten, dengan kenaikan tertinggi menyentuh angka 150%.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menutup perdagangan pekan ini di level 8.394,59. Capaian ini menunjukkan penguatan signifikan sebesar 2,83% dibandingkan posisi penutupan pekan sebelumnya di level 8.163,87. Rekor ATH ini turut mendorong kapitalisasi pasar bursa melesat 3,09% hingga mencapai Rp15.316 triliun.

Di tengah euforia ATH IHSG, fenomena top gainers menjadi sorotan utama. Saham PT Lotte Chemical Titan Nusantara Tbk (FPNI) memimpin daftar 'saham paling cuan' setelah mencatatkan kenaikan harga fantastis sebesar 150% dalam sepekan. Harga FPNI melesat dari Rp206 menjadi Rp515 per saham, menjadikannya primadona di kalangan investor.

Kinerja impresif ini juga diikuti oleh saham-saham lainnya yang masuk dalam jajaran top gainers. PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) menyusul dengan lonjakan 63,51%, sementara PT Steady Safe Tbk (SAFE) menguat 54,12%. Selain itu, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) dan PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) masing-masing mencatatkan kenaikan harga sebesar 50% dan 44%.

Penguatan IHSG pekan ini didukung oleh kinerja positif hampir seluruh sektor, dipimpin oleh sektor Infrastruktur yang melonjak 5,98%, disusul sektor Energi dengan kenaikan 4,88%, dan sektor Industri yang tumbuh 4,12%. Sentimen positif domestik dan aliran dana asing (foreign flow) menjadi katalis utama pergerakan ini. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp3,46 triliun sepanjang pekan 3–7 November 2025, dengan pembelian mayoritas terfokus pada saham-saham big caps di sektor perbankan dan energi, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Meskipun aktivitas transaksi harian menunjukkan penurunan rata-rata nilai transaksi harian sebesar 22,46% menjadi Rp17,54 triliun dan volume harian terpangkas 14,37%, konsistensi IHSG di level tertinggi menunjukkan ketahanan pasar modal nasional. Para analis pasar menyarankan investor untuk mencermati lebih lanjut emiten-emiten yang mencatatkan kinerja fundamental positif di tengah momentum pergerakan harga yang sangat spekulatif pada saham-saham berkapitalisasi kecil.

Login IG