Saham Murah BBCA Diserbu, Potensi Cuan Hampir 50% Didukung Target Analis
Saham BBCA anjlok signifikan, dinilai 'murah kebangetan', dan diserbu investor ritel. Target analis tembus Rp 13.200, menawarkan potensi cuan hampir 50% atau lebih.
JAKARTA, JClarity – Koreksi harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dalam beberapa waktu terakhir telah menciptakan momen diskon besar yang 'diserbu' oleh investor ritel. Saham bank swasta terbesar di Indonesia ini dinilai berada pada titik valuasi 'murah kebangetan', membuka peluang keuntungan (cuan) yang sangat atraktif, bahkan berpotensi menembus angka hingga mendekati 50% berdasarkan target harga para analis terkemuka.
Per akhir perdagangan pekan lalu, saham BBCA ditutup di level Rp 7.525 per saham. Posisi harga ini mencerminkan koreksi tahunan (Year-on-Year/YoY) sebesar 28,33% dari level tertinggi sebelumnya. Koreksi signifikan ini membuat valuasi BBCA menjadi sangat menarik, di mana rasio Price to Book Value (PBV) dan Price to Earnings Ratio (PER) berada di bawah dua standar deviasi rata-rata historis tiga tahun terakhir, menandakan saham sedang dalam kondisi 'diskon'.
Kondisi valuasi yang tertekan ini terbukti menjadi magnet bagi investor domestik. Data menunjukkan lonjakan dramatis dalam jumlah pemegang saham BBCA, melonjak hampir 90 ribu pihak dari 522.914 pada akhir Agustus menjadi 612.173 per 30 September 2025. Peristiwa ini mengindikasikan bahwa investor ritel Indonesia mengambil peluang untuk mengakumulasi saham blue chip ini di harga yang rendah, berlawanan dengan aksi net sell yang dilakukan oleh investor asing.
Potensi keuntungan yang substansial inilah yang menjadi pendorong utama serbuan investor. Beberapa sekuritas terkemuka telah merevisi target harga BBCA ke level yang sangat optimistis, jauh di atas harga pasar saat ini. Analis dari KB Valbury Sekuritas, misalnya, memasang target harga di Rp 11.080 per saham, sementara analis dari Verdhana Sekuritas memberikan target yang lebih tinggi lagi di Rp 13.200 per saham.
Jika dihitung dari harga penutupan Rp 7.525, target harga Verdhana Sekuritas sebesar Rp 13.200 merepresentasikan potensi cuan mencapai 75,4%. Sementara itu, target Rp 11.080 dari KB Valbury Sekuritas memberikan potensi keuntungan 47,2%—sebuah angka yang membenarkan prediksi 'hampir 50%' dalam jangka menengah dan panjang. Target harga konsensus analis berada di rentang Rp 11.000 hingga Rp 13.200, menggarisbawahi kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan.
Kinerja fundamental BBCA sendiri tetap kokoh, mendukung prospek kenaikan harga. Bank ini berhasil mencatatkan laba bersih yang solid, didukung oleh efisiensi operasional yang baik dan dominasi pada pendanaan murah melalui rekening giro dan tabungan (CASA). Analis meyakini, rekam jejak BBCA dalam menjaga kualitas aset dan manajemen risiko yang tepat sasaran akan menjadi kunci untuk menopang pertumbuhan kredit di tengah tantangan makro ekonomi, menjadikan saham ini pilihan utama bagi investor jangka panjang dan pemburu dividen.