Saham

Saham Melonjak 1.700%, Investornya Membeludak: Kisah PACK dan Momentum Euforia Investor Ritel

Saham PACK melonjak hingga 19.780% setelah diakuisisi grup CNGR, memicu euforia. Total investor pasar modal RI tembus 18,6 juta di akhir September 2025.

JAKARTA · Tuesday, 07 October 2025 12:00 WITA · Dibaca: 37
Saham Melonjak 1.700%, Investornya Membeludak: Kisah PACK dan Momentum Euforia Investor Ritel

JAKARTA, JClarity – Pasar modal Indonesia kembali menyajikan kisah kenaikan harga saham yang fenomenal, dengan lonjakan hingga belasan ribu persen yang memicu euforia di kalangan investor ritel. Dalam fenomena yang paling mencolok, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) mencatatkan kenaikan harga yang spektakuler, menembus angka lebih dari 1.700% dari harga penawaran publiknya, dan bahkan pernah meroket hingga 19.780% dari titik terendah tahun sebelumnya.

Kenaikan drastis ini menjadi sorotan utama, terutama karena disertai dengan pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang masif. Data terbaru hingga akhir September 2025 menunjukkan bahwa total investor pasar modal telah menembus angka 18,6 juta Single Investor Identification (SID), dengan penambahan sekitar 3,7 juta investor baru sepanjang tahun ini. Angka ini menegaskan adanya 'pembeludakan' investor domestik, didominasi oleh investor ritel, yang turut menyerap saham di tengah volatilitas pasar.

Lonjakan harga PACK, yang dulunya bergerak di industri kemasan, dipicu oleh sentimen akuisisi oleh PT Eco Energi Perkasa (EEP) pada akhir tahun lalu. EEP, yang penerima manfaat akhirnya terafiliasi dengan konglomerat asal Tiongkok, Deng Weiming (pemimpin CNGR Advanced Material), memicu spekulasi backdoor listing dan perubahan besar bisnis emiten ke sektor yang lebih prospektif, yakni perdagangan mineral yang berkaitan dengan komponen baterai lithium. Rencana transformasi ini mencakup penyuntikan aset baru senilai triliunan rupiah dan penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) untuk permodalan.

Namun, kenaikan tajam ini tidak lepas dari risiko dan pengawasan ketat. Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa kali mengambil tindakan “cooling down” berupa suspensi perdagangan akibat lonjakan harga yang signifikan. Setelah mencapai puncaknya di pertengahan 2025, saham PACK sempat mengalami tekanan jual yang kuat pada Agustus dan September 2025, anjlok puluhan persen dalam sebulan, seiring investor merespons negatif rencana penerbitan OWK yang dianggap kurang menguntungkan.

Para analis pasar modal mengingatkan bahwa saham dengan kenaikan harga yang didorong spekulasi dan rencana korporasi besar seperti PACK berisiko tinggi. Valuasi saham seringkali jauh melampaui fundamental perusahaan, dan pergerakannya rentan terhadap sentimen jangka pendek. Direktur Pengembangan BEI Jefri Hendrik pun menekankan pentingnya bagi investor, terutama yang baru, untuk berinvestasi berdasarkan riset yang matang dan memperhatikan informasi resmi dari emiten serta imbauan otoritas.

Login IG