Saham

Saham Melambung 760% Mau Diakuisisi, Nama Gao Jinliang Disorot.

Saham FITT melambung 760% dipicu rencana akuisisi oleh PT Jinlong Resources Investment (JRI). Nama Gao Jinliang, UBO JRI dan eks direktur BTIIG, disorot BEI.

JAKARTA · Monday, 06 October 2025 09:00 WITA · Dibaca: 57
Saham Melambung 760% Mau Diakuisisi, Nama Gao Jinliang Disorot.

JAKARTA, JClarity – Saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) menjadi pusat perhatian setelah harganya melonjak fantastis hingga 760,82% secara kumulatif sepanjang tahun berjalan, sebuah lonjakan yang dipicu oleh rencana akuisisi oleh PT Jinlong Resources Investment (JRI). Di balik rencana korporasi ini, nama Gao Jinliang, Ultimate Beneficial Owner (UBO) dari JRI, kini ikut tersorot oleh publik dan regulator bursa.

Rencana pengambilalihan (akuisisi) saham FITT diumumkan oleh JRI, yang berencana mencaplok 627 juta lembar saham atau setara 48,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Saham tersebut akan dibeli dari pemegang saham lama, yakni PT Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto, dan Richard Suwandi Lie. Transaksi ini, jika selesai, akan mengakibatkan perubahan pengendali di tubuh FITT. Proses negosiasi dan uji tuntas atas rencana akuisisi ini masih terus berlangsung, menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh manajemen.

Kenaikan harga saham FITT yang signifikan, mencapai level tertinggi di Rp 835 per saham pada 12 September 2025, sempat membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham tersebut. Terbaru, BEI telah membuka suspensi saham FITT mulai sesi I tanggal 6 Oktober 2025, namun memasukkannya ke dalam papan pemantauan khusus (Full Call Auction/FCA) dengan kriteria tertentu.

Sorotan terhadap Gao Jinliang semakin kuat karena latar belakangnya yang terkait dengan investasi besar di sektor nikel. Sebelumnya, Gao Jinliang diketahui sempat menjabat direktur di Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG), yang dikenal sebagai Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), sebuah kawasan industri berbasis *smelter* nikel di Morowali, Sulawesi Tengah. Reputasi investor Tiongkok dalam mengakuisisi emiten dengan kondisi kelangsungan usaha yang meragukan untuk dijadikan kendaraan bisnis (disebut juga *backdoor listing*) juga menjadi konteks yang mendasari perhatian ini.

Menanggapi lonjakan harga dan pengumuman akuisisi, BEI sempat meminta klarifikasi kepada manajemen FITT terkait adanya potensi hubungan afiliasi antara Gao Jinliang dengan Gao Jing, pengendali PT Koka Indonesia Tbk (KOKA). Manajemen FITT dengan tegas membantah adanya afiliasi atau keterkaitan antara kedua nama tersebut. Sementara itu, FITT sendiri tercatat sebagai emiten yang memiliki catatan kelangsungan usaha yang meragukan, dengan kerugian berturut-turut hingga mengalami defisit. Rencana akuisisi oleh JRI, yang dipimpin oleh Gao Jinliang, diharapkan dapat mengembangkan bisnis dan memperbesar investasi di Indonesia.

Login IG