Teknologi

Riset: Traffic Bot AI Naik 300 Persen, Jadi Ancaman untuk Bisnis Online.

Riset Akamai SOTI 2025 mengungkap traffic bot AI naik 300% dalam setahun, ancam bisnis online. Content scraping dan fraud bot gerogoti media & e-commerce.

Jakarta · Monday, 17 November 2025 15:00 WITA · Dibaca: 45
Riset: Traffic Bot AI Naik 300 Persen, Jadi Ancaman untuk Bisnis Online.

Jakarta, JClarity – Aktivitas bot bertenaga Kecerdasan Buatan (AI) di internet dilaporkan telah melonjak hingga 300 persen dalam setahun terakhir, memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku bisnis online dan penerbit konten. Kenaikan drastis ini mengancam fondasi model bisnis berbasis web tradisional, menyebabkan gangguan operasional yang signifikan dan distorsi pada analitik digital.

Data ini terungkap dalam laporan terbaru State of the Internet (SOTI) 2025: Digital Fraud and Abuse Report yang dirilis oleh Akamai Technologies, perusahaan keamanan siber dan komputasi awan. Akamai mencatat bahwa lonjakan ini sebagian besar didorong oleh meluasnya praktik content scraping, di mana bot-bot AI secara otomatis mengambil konten dalam volume besar dari situs web.

Rupesh Chokshi, Senior Vice President dan General Manager Bidang Application Security di Akamai, menekankan bahwa isu ini telah melampaui sekadar masalah keamanan. “Meningkatnya penggunaan bot AI tidak lagi hanya menjadi masalah keamanan—ini telah menjadi keharusan bisnis,” ujarnya. Para pemimpin perusahaan didorong untuk segera bertindak dengan membangun kerangka kerja AI yang aman dan mengelola risiko baru demi melindungi operasional digital mereka.

Laporan tersebut mengidentifikasi beberapa sektor yang paling terdampak. Industri penerbitan dan media digital menjadi target utama, menyumbang 63 persen dari seluruh aktivitas bot AI yang terdeteksi. Aktivitas scraping ini menyebabkan penerbit konten mengalami penurunan pendapatan iklan karena bot mengambil nilai konten tanpa memberikan imbalan atau lalu lintas balik.

Selain media, sektor perdagangan (e-commerce) juga menghadapi ancaman serius, dengan lebih dari 25 miliar permintaan bot tercatat dalam periode pengamatan dua bulan. Bot berbahaya seperti FraudGPT, WormGPT, ad fraud bot, dan return fraud bot aktif meningkatkan biaya operasional, menurunkan performa situs, dan mengacaukan metrik-metrik digital utama yang digunakan untuk evaluasi kinerja bisnis.

Ancaman dari bot AI juga terlihat di sektor kesehatan, di mana lebih dari 90 persen aktivitas bot AI dipicu oleh scraping data, terutama oleh bot pencarian dan bot untuk pelatihan model AI. Perkembangan pesat alat berbasis AI generatif turut mempermudah aktor jahat, mulai dari profesional hingga pendatang baru, untuk melancarkan serangan canggih seperti penipuan identitas, rekayasa sosial, dan kampanye phishing menggunakan dokumen serta gambar palsu hasil AI.

Untuk memitigasi risiko yang semakin kompleks ini, Akamai merekomendasikan organisasi agar mengadopsi kerangka kerja keamanan yang komprehensif, termasuk panduan OWASP Top 10, khususnya untuk aplikasi web, API, dan large language models (LLM). Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk menjaga integritas data dan keberlanjutan model bisnis digital di tengah lonjakan ancaman bot AI.

Login IG