Teknologi

Ribuan Chip AI Nvidia yang Diblokir AS, Mengalir ke China lewat Jakarta

Investigasi mengungkap 2.300 chip AI Nvidia Blackwell yang diblokir AS, senilai $100 juta, mengalir ke perusahaan AI Tiongkok melalui data center di Jakarta, memanfaatkan celah ekspor.

Jakarta · Saturday, 22 November 2025 17:00 WITA · Dibaca: 31
Ribuan Chip AI Nvidia yang Diblokir AS, Mengalir ke China lewat Jakarta

JAKARTA, JClarity – Sebuah investigasi mendalam mengungkap adanya pergerakan ribuan chip kecerdasan buatan (AI) tercanggih buatan Nvidia yang dibatasi ekspornya oleh Amerika Serikat (AS), kini berhasil masuk dan digunakan oleh entitas Tiongkok melalui rute transaksi berlapis yang melibatkan Jakarta, Indonesia. Temuan ini menyoroti adanya celah signifikan dalam strategi kontrol teknologi AS yang bertujuan membatasi kemajuan AI militer Tiongkok.

Chip yang menjadi subjek perhatian adalah sekitar 2.300 unit prosesor AI generasi terbaru Nvidia, seri Blackwell (termasuk dalam konfigurasi 32 rak server GB200), yang secara eksplisit dilarang dijual langsung ke Tiongkok oleh Pemerintahan Presiden Donald Trump karena kekhawatiran keamanan nasional. Meskipun dilarang, investigasi yang dirilis oleh The Wall Street Journal baru-baru ini menunjukkan bahwa chip senilai sekitar US$100 juta tersebut kini terpasang di fasilitas pusat data di Jakarta.

Rantai transaksi kompleks ini berawal dari penjualan oleh Nvidia kepada Aivres Systems, sebuah perusahaan pembuat server AI yang berbasis di Silicon Valley. Aivres, yang sepertiga saham induk perusahaannya dimiliki oleh Inspur—sebuah perusahaan teknologi Tiongkok yang masuk daftar hitam (blacklist) AS karena keterlibatannya dalam proyek superkomputer militer—kemudian menjual rak server Blackwell tersebut kepada perusahaan telekomunikasi Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Menurut sumber, IOH mengakuisisi server tersebut setelah mengamankan klien akhir, yakni sebuah perusahaan rintisan (startup) AI yang berbasis di Shanghai, Tiongkok, bernama INF Tech. INF Tech, yang didirikan oleh Profesor Qi Yuan dari Universitas Fudan, menggunakan fasilitas di Jakarta tersebut melalui skema penyewaan daya pemrosesan atau layanan cloud, bukan kepemilikan fisik langsung.

Indosat Ooredoo Hutchison telah mengklarifikasi bahwa INF Tech tidak memiliki akses fisik terhadap perangkat keras di Jakarta, melainkan hanya menyewa daya pemrosesan. Mereka juga menegaskan tujuan penggunaan infrastruktur AI tersebut adalah untuk mendukung produk AI yang ditujukan bagi pasar Indonesia dan Asia Tenggara.

Meskipun demikian, keberadaan chip canggih yang diblokir AS tersebut di bawah kendali operasional entitas Tiongkok, meskipun secara teknis transaksi ini tidak melanggar hukum ekspor AS yang berlaku saat ini karena Indonesia merupakan negara non-terbatas, telah memicu kekhawatiran di Washington. Para pejabat keamanan nasional AS khawatir teknologi sensitif ini, yang dapat digunakan untuk melatih model bahasa besar (LLM) dan pengembangan AI berisiko tinggi lainnya, tetap dapat mengalir ke tangan Tiongkok melalui mekanisme pihak ketiga dan yurisdiksi perantara.

Kasus Jakarta ini secara jelas menggarisbawahi tantangan dan keterbatasan dalam menegakkan kontrol ekspor teknologi di era rantai pasok global yang sangat terintegrasi. Meskipun CEO Nvidia, Jensen Huang, sebelumnya telah menyatakan bahwa perusahaan tidak berencana mengirimkan chip Blackwell ke Tiongkok dan telah mengkritik dampak kebijakan pembatasan AS terhadap bisnis perusahaan, perusahaan-perusahaan Tiongkok terbukti mampu memanfaatkan celah regulasi lintas negara untuk mengakses teknologi yang sangat mereka butuhkan.

Login IG