Teknologi

Ribuan Chip AI Nvidia yang Diblokir AS, Mengalir ke China lewat Jakarta.

Investigasi mengungkap ribuan chip AI Nvidia Blackwell yang diblokir AS, mengalir ke Tiongkok melalui transaksi kompleks via Indosat di Jakarta. Legal tapi langgar intensi AS.

JAKARTA · Friday, 21 November 2025 14:00 WITA · Dibaca: 27
Ribuan Chip AI Nvidia yang Diblokir AS, Mengalir ke China lewat Jakarta.

JAKARTA, JClarity – Sebuah investigasi mendalam mengungkap sebuah jalur kompleks yang memungkinkan ribuan unit cip kecerdasan buatan (AI) tercanggih dari Nvidia, yang penjualannya dibatasi oleh Amerika Serikat (AS) ke Tiongkok, dapat mengalir melalui ibu kota Indonesia, Jakarta, sebelum akhirnya digunakan oleh perusahaan AI asal Tiongkok. Transaksi yang melibatkan perusahaan Indonesia ini diduga memanfaatkan celah regulasi ekspor AS, menyoroti tantangan besar dalam upaya Washington mengontrol transfer teknologi sensitif global.

Sekitar 2.300 cip Nvidia Blackwell, yang merupakan arsitektur tercanggih perusahaan tersebut untuk pelatihan dan inferensi AI, kini dilaporkan telah terpasang di dalam sebuah fasilitas pusat data di Jakarta. Cip-cip kelas atas ini berada dalam 32 rak server GB200, di mana setiap rak memuat 72 cip Blackwell. Seluruh perangkat keras tersebut, yang nilainya diperkirakan mencapai US$100 juta, dibeli oleh perusahaan telekomunikasi raksasa Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH).

Rantai pasok yang rumit ini dimulai ketika Nvidia menjual cip tersebut kepada Aivres, sebuah perusahaan pembuat server yang berbasis di Silicon Valley, AS. Meskipun Aivres adalah entitas AS, perusahaan induknya memiliki sepertiga kepemilikan dari Inspur, sebuah perusahaan teknologi Tiongkok yang masuk daftar hitam (blacklist) keamanan nasional oleh Pemerintah AS pada tahun 2023. Namun, peraturan AS saat ini tidak melarang Nvidia menjual kepada anak perusahaan AS seperti Aivres. Aivres kemudian menutup kesepakatan dengan Indosat pada pertengahan tahun 2024, dengan server telah dikirim dan mulai dipasang per Oktober 2025.

Penerima manfaat akhir dari daya komputasi super canggih ini adalah INF Tech, sebuah startup AI yang berbasis di Shanghai. INF Tech dilaporkan menyewa daya pemrosesan tersebut untuk proyek-proyek AI di sektor keuangan dan kesehatan. Indosat mengklarifikasi bahwa INF Tech tidak memiliki akses fisik terhadap perangkat keras di Jakarta dan hanya menyewa kemampuan pemrosesan (cloud arrangement), sebuah langkah yang ditegaskan oleh para pihak yang terlibat sebagai legal di bawah hukum ekspor AS.

Kasus yang terungkap melalui investigasi Wall Street Journal ini memicu kekhawatiran di kalangan pejabat keamanan nasional AS, yang takut bahwa teknologi AI canggih ini dapat digunakan untuk aplikasi militer di bawah strategi fusi sipil-militer Beijing. Sementara itu, CEO Nvidia, Jensen Huang, telah secara terbuka mengkritik pembatasan ekspor tersebut, dengan menyatakan bahwa pangsa pasar Nvidia di Tiongkok anjlok dari 95% menjadi hampir nol akibat kebijakan Washington. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa Nvidia saat ini tidak memiliki rencana aktif untuk mengirimkan cip Blackwell ke Tiongkok.

Meskipun transaksi tersebut tidak melanggar hukum ekspor AS secara eksplisit, keberhasilan perusahaan Tiongkok mengakses cip yang sedianya diblokir melalui negara pihak ketiga seperti Indonesia menunjukkan adanya keterbatasan dan celah yang signifikan dalam strategi kontrol teknologi AS. Hal ini mempertegas betapa rumitnya persaingan teknologi antara AS dan Tiongkok di panggung global.

Login IG