Saham

Reli Saham Teknologi Dorong IHSG Melonjak, Sektor Perbankan Justru Stagnan

IHSG bergerak fluktuatif. Reli saham teknologi seperti AI menopang indeks, namun sektor perbankan big caps stagnan/tertekan karena aksi ambil untung dan outflow asing.

JAKARTA · Wednesday, 29 October 2025 00:00 WITA · Dibaca: 56
Reli Saham Teknologi Dorong IHSG Melonjak, Sektor Perbankan Justru Stagnan

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan pergerakan yang berfluktuasi pasca mencetak reli signifikan, didorong oleh gelombang optimisme di sektor teknologi, sementara pilar utama indeks, yaitu sektor perbankan, justru memperlihatkan fase konsolidasi atau cenderung stagnan.

Sentimen positif dari pasar global, terutama yang dipicu oleh lonjakan saham-saham teknologi raksasa di Wall Street di tengah ekspektasi laporan laba yang kuat dan kemajuan perundingan dagang AS-Tiongkok, memberikan dorongan signifikan kepada sektor teknologi domestik. Pada perdagangan terakhir, sektor teknologi (IDX-Technology) melonjak hingga 2,28%, menjadi salah satu penopang utama IHSG untuk tetap berada di zona hijau, meskipun indeks acuan secara keseluruhan ditutup melemah tipis. Kenaikan ini didukung oleh rotasi dana investor ke saham-saham inovatif dan berprospek pertumbuhan. Analis mencatat bahwa emiten teknologi yang mulai mencatatkan keuntungan menjadi daya tarik tersendiri bagi investor asing untuk kembali masuk ke pasar saham Indonesia.

Kontras dengan performa sektor teknologi, sektor keuangan (IDX-Finance), yang didominasi oleh saham-saham bank berkapitalisasi besar (big caps) seperti BBCA, BBRI, dan BMRI, menunjukkan tekanan. Pada penutupan perdagangan terbaru, sektor keuangan terkoreksi 0,74%, menjadi salah satu pemberat indeks. Pelemahan di saham-saham perbankan ini terjadi di tengah aksi ambil untung (profit taking) pasca reli sebelumnya dan sentimen negatif dari investor atas laporan kinerja keuangan paruh tahun yang dianggap kurang optimal, bahkan oleh beberapa bank raksasa.

Analis pasar berpendapat bahwa pergerakan yang terpecah ini mencerminkan dinamika pasar yang sedang mencari keseimbangan baru. "Saat ini terjadi rotasi sektoral. Investor mulai melirik sektor teknologi karena prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama di tengah tren global Kecerdasan Buatan (AI)," ujar seorang analis dari sekuritas lokal. "Sementara itu, saham-saham perbankan sedang mencerna hasil laporan keuangan dan menghadapi tekanan arus dana asing keluar (net sell) yang masih terjadi di pasar reguler," tambahnya. Tercatat, pada periode terakhir, investor asing masih mencatatkan jual bersih (net sell) di bursa saham Indonesia.

Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan akan tetap fluktuatif dan bergantung pada keputusan kebijakan moneter global, terutama hasil pertemuan The Federal Reserve (FOMC), serta perkembangan sentimen dagang AS-Tiongkok. Meskipun demikian, sektor perbankan diyakini akan kembali menjadi sasaran beli bersih (net buy) investor asing karena fundamental yang kuat, tetapi dalam jangka pendek, sektor teknologi akan terus menantang dominasi sektor keuangan sebagai motor penggerak indeks.

Login IG