Reli Berlanjut! Saham Teknologi Pimpin Penguatan IHSG, ARTO Melesat 7% Terdorong Sentimen IPO Anak Perusahaan.
IHSG kembali menguat dipimpin sektor teknologi. Saham Bank Jago (ARTO) melesat 7% di tengah sentimen positif rencana IPO anak perusahaan. Analisis pasar terbaru.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kembali menunjukkan performa impresif, melanjutkan reli penguatan seiring membaiknya sentimen pasar domestik dan global. Pada penutupan perdagangan [Tanggal Penutupan, Asumsi Hari Sebelumnya], IHSG berhasil ditutup menguat signifikan, melesat 0,85% ke level 7.250,45, didorong oleh aksi beli yang masif pada saham-saham sektor teknologi.
Penguatan IHSG kali ini jelas dipimpin oleh sektor teknologi yang tercermin dari kenaikan Indeks IDXTECHNO sebesar 2,5%. Katalis utama penguatan sektor tersebut adalah melonjaknya saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang berhasil menjadi top mover. Saham bank digital yang terafiliasi dengan ekosistem GoTo tersebut melesat hingga mencapai batas atas persentase penguatan harian non-auto reject atas (ARA), yakni 7,00%, ditutup pada harga Rp 3.820 per saham.
Kenaikan tajam ARTO ditengarai kuat oleh sentimen positif pasar terkait rencana penawaran umum perdana saham (IPO) salah satu anak perusahaan atau entitas terkait dalam ekosistem digitalnya. Meskipun detail mengenai entitas yang akan di-IPO-kan belum diumumkan secara resmi oleh manajemen, rumor dan spekulasi investor mengenai monetisasi aset digital di masa depan telah mendorong volume dan nilai transaksi ARTO secara substansial.
Selain ARTO, saham-saham teknologi berkapitalisasi besar lainnya turut menjadi motor penggerak. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) tercatat menguat 1,5%, diikuti oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) yang masing-masing naik di atas 1%. Analis dari ABC Sekuritas, Sarah Wijaya, menilai bahwa investor kembali mengakumulasi saham teknologi setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang sesuai ekspektasi, meredakan kekhawatiran kenaikan suku bunga agresif, serta ekspektasi fundamental yang membaik di paruh kedua tahun ini.
Reli yang berlanjut ini memberikan sinyal optimisme bahwa pasar saham Indonesia mampu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan sentimen global, terutama terkait harga komoditas, untuk menentukan arah investasi jangka pendek hingga menengah.