Saham

Rekor Baru! IHSG Melesat 1,72% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Tembus Rp 15.560 Triliun.

IHSG mencetak rekor baru dengan kenaikan 1,72% sepekan (6-10 Okt 2025), mendorong kapitalisasi pasar bursa tembus Rp 15.560 T. Ini didukung net buy asing dan sektor energi/transportasi.

Jakarta · Sunday, 12 October 2025 21:00 WITA · Dibaca: 30
Rekor Baru! IHSG Melesat 1,72% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Tembus Rp 15.560 Triliun.

JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada pekan perdagangan 6-10 Oktober 2025. Indeks acuan nasional tersebut melesat 1,72% selama sepekan, yang pada saat yang sama mendorong kapitalisasi pasar bursa menembus level fantastis Rp 15.560 triliun.

Kinerja impresif ini menandai sinyal positif terhadap pulihnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional, di tengah ketidakpastian kondisi global. Berdasarkan data BEI yang dirilis Minggu (12/10), IHSG ditutup di level 8.257,859, naik signifikan dari posisi pekan sebelumnya di level 8.118,301. Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi bahwa penutupan IHSG pekan ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, total kapitalisasi pasar bursa melonjak 3,19%, mencapai rekor tertinggi baru Rp 15.560 triliun, dari Rp 15.079 triliun pada pekan sebelumnya.

Aktivitas perdagangan saham turut menunjukkan peningkatan yang solid. Rata-rata nilai transaksi harian BEI naik 12,48% menjadi Rp 28,15 triliun, dari sebelumnya Rp 25,02 triliun. Kenaikan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian, yang melonjak 11,83% menjadi 2,93 juta kali transaksi. Meskipun demikian, rata-rata volume transaksi harian bursa tercatat mengalami koreksi sebesar 14,88% menjadi 42,31 miliar lembar saham.

Dari sisi investor, sentimen asing menunjukkan pembalikan positif. Investor asing membukukan aksi beli bersih (net buy) saham senilai Rp 3,21 triliun selama sepekan, berbalik dari pekan sebelumnya yang mencatat net sell. Namun, secara tahun berjalan (year-to-date) hingga saat ini, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 53,49 triliun.

Analis pasar modal menilai penguatan IHSG didukung oleh sentimen internal dan eksternal, termasuk pergerakan nilai tukar Rupiah yang cenderung menguat tipis terhadap dolar AS dan berlanjutnya kenaikan harga emas dunia. Kenaikan indeks juga didominasi oleh pergerakan saham-saham dari emiten berkapitalisasi besar, terutama dari sektor Transportasi dan Logistik yang melompat 10,32%, disusul sektor Energi yang naik 6,95%, dan Bahan Baku Dasar (Basic Materials) sebesar 4,16%. Menariknya, di tengah reli indeks, sektor Keuangan justru mencatat pelemahan 1,32%.

Pencapaian rekor tertinggi ini menjadi cerminan optimisme investor terhadap kinerja emiten dan stabilitas makroekonomi Indonesia. Meskipun demikian, beberapa pengamat pasar mengingatkan adanya peran signifikan dari sekelompok saham unggulan tertentu yang berkontribusi besar terhadap kenaikan poin IHSG, menunjukkan perlunya investor untuk tetap berhati-hati dan selektif dalam memilih investasi.

Login IG