Rapor IHSG Sepekan: Terbang Tinggi Sepanjang Sejarah, Kapitalisasi Pasar Meroket ke Rp15.560 T
IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pekan ini, ditutup di level 7.750. Kapitalisasi pasar BEI meroket hingga Rp15.560 T didorong sentimen positif global dan domestik.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja luar biasa sepanjang pekan kedua Oktober 2025, ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah. Kenaikan signifikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) meroket hingga mencapai rekor fantastis Rp15.560 triliun, sebuah tonggak sejarah baru bagi pasar modal Tanah Air.
Performa impresif ini disinyalir sebagai hasil dari konvergensi sentimen positif baik dari ranah domestik maupun global. Berdasarkan data penutupan perdagangan Jumat (10/10/2025), IHSG berhasil menembus batas psikologis baru, ditutup perkasa di level 7.750, mencatatkan kenaikan impresif sebesar 3,15% dibandingkan penutupan pekan sebelumnya (3/10/2025). Angka ini melampaui rekor tertinggi sebelumnya dan mengukuhkan IHSG sebagai salah satu indeks dengan kinerja terbaik di Asia Tenggara pada periode tersebut.
Analis pasar menilai lonjakan IHSG didukung oleh tiga pilar utama. Pertama, rilis data ekonomi domestik yang sangat solid, menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi dan tingkat inflasi yang tetap terkendali. Kedua, antisipasi musim laporan keuangan kuartal ketiga, di mana emiten-emiten berkapitalisasi besar (big cap) dari sektor perbankan dan komoditas diperkirakan akan mencatatkan rekor laba baru.
Ketiga, sentimen global yang beralih ke mode 'risk-on' setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) mengisyaratkan jalur kebijakan suku bunga yang stabil dan potensi pelonggaran kuantitatif di masa depan. Hal ini memicu aksi beli masif, terutama dari investor asing, yang mencatatkan Net Buy (Beli Bersih) signifikan di pasar saham Indonesia selama sepekan.
Pencapaian kapitalisasi pasar sebesar Rp15.560 triliun ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari peningkatan kepercayaan investor yang mendalam terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global. Nilai ini menandai kematangan dan likuiditas pasar yang semakin baik, menjadikan BEI destinasi investasi yang makin menarik.
Selain nilai indeks dan kapitalisasi pasar, aktivitas transaksi juga menunjukkan peningkatan substansial. Rata-rata frekuensi transaksi harian selama sepekan melonjak hingga mencapai 1,5 juta kali transaksi, dan nilai transaksi harian rata-rata turut meningkat signifikan menjadi Rp13,5 triliun. Data ini menggarisbawahi partisipasi pasar yang semakin luas, baik dari investor institusi maupun ritel, yang aktif memanfaatkan momentum reli bersejarah ini.