Putera Sampoerna Lepas SGRO Rp 9,4 T ke Perusahaan Korea
Putera Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings melepas 65,72% saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) senilai Rp 9,44 T ke AGPA Pte. Ltd., anak usaha POSCO International Korea.
JAKARTA, JClarity – Grup konglomerasi Sampoerna Strategic secara resmi melepas seluruh kepemilikan saham mayoritasnya di emiten sawit, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO), kepada perusahaan raksasa asal Korea Selatan, POSCO International Corporation, melalui anak perusahaannya, AGPA Pte. Ltd.. Transaksi jumbo ini terealisasi di pasar negosiasi pada Rabu (19/11/2025) dengan nilai fantastis mencapai Rp 9,44 triliun.
Keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen SGRO pada Kamis (20/11/2025) mengonfirmasi bahwa Twinwood Family Holdings Limited, entitas yang dikendalikan oleh taipan Putera Sampoerna, telah menjual 1,19 miliar saham SGRO. Jumlah tersebut merepresentasikan 65,72% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.. Dengan nilai transaksi Rp 9,44 triliun, harga per saham ditetapkan sebesar Rp 7.903, jauh di atas harga perdagangan reguler pada saat itu.
Presiden Direktur Grup Sampoerna, Bambang Sulistyo, menyambut baik langkah korporasi ini. Ia menyatakan keyakinannya bahwa POSCO International merupakan 'rumah baru' yang paling tepat bagi SGRO.. “Kami yakin, pemilik baru akan menjadi rumah yang baik bagi para pegawai dan membawa SGRO pada prospek pertumbuhan bisnis yang lebih baik ke depan,” ujar Bambang.. Pelepasan SGRO ini sekaligus menjadi momen strategis bagi Grup Sampoerna untuk merealokasi sumber daya dan memfokuskan diri pada pengembangan lini bisnis strategis lainnya, seperti perbankan, kayu, properti, serta filantropi melalui Putera Sampoerna Foundation.
Di sisi lain, POSCO International Corporation yang merupakan bagian dari POSCO Group, konglomerasi global asal Korea Selatan, melihat akuisisi ini sebagai investasi strategis untuk memperkuat rantai pasok minyak sawit globalnya dan ekspansi di bisnis biofuel.. POSCO bukanlah pemain baru di Indonesia; perusahaan ini telah memiliki jejak rekam di sektor baja (PT Krakatau POSCO), energi, serta agribisnis sawit, termasuk pengembangan perkebunan di Papua Selatan dan pengoperasian kilang penyulingan di Balikpapan.. Setelah pengambilalihan saham pengendali ini, AGPA Pte. Ltd. wajib melaksanakan penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer) sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berita akuisisi jumbo ini langsung disambut positif oleh pasar modal. Pada perdagangan Kamis (20/11/2025), saham SGRO sempat melesat menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan 19,92% dan parkir di level Rp 7.225 per saham, meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan menjadi Rp 13,14 triliun.. Kenaikan ini juga menambah lonjakan saham SGRO secara akumulasi yang telah mencapai 237,62% secara year-to-date.