Purbaya Effect: Saham Fundamental Ngegas, IHSG Cetak Rekor.
IHSG cetak rekor tertinggi baru (ATH) didorong 'Purbaya Effect.' Investor kembali berburu saham fundamental kuat (blue-chip) setelah otoritas menekankan tata kelola dan value investing.
JAKARTA, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan catatan bersejarah pada penutupan perdagangan pekan ini, mencapai level tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH) baru. Kenaikan signifikan ini diyakini oleh banyak pelaku pasar dan analis sebagai puncak dari apa yang kini populer disebut sebagai "Purbaya Effect," sebuah sentimen yang berhasil mengarahkan kembali fokus investasi ke saham-saham dengan fundamental yang kokoh.
IHSG ditutup pada level krusial 7.589,12, melonjak sebesar 1,45% dalam satu hari perdagangan, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada awal kuartal. Fenomena ini didorong oleh aksi beli masif pada emiten-emiten berkapitalisasi besar (blue chip) dari sektor perbankan, energi, dan infrastruktur yang memang memiliki kinerja keuangan stabil dan prospek jangka panjang yang cerah.
Istilah "Purbaya Effect" merujuk pada serangkaian kebijakan dan pernyataan tegas dari otoritas keuangan, di mana figur penting seperti Purbaya Yudhi Sadewa, secara konsisten menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik (GCG), dan penegakan hukum yang kuat terhadap praktik-praktik spekulatif. Dorongan ini dinilai sukses menggeser mentalitas investor, baik ritel maupun institusi, dari perburuan saham *gorengan* ke konsep *value investing*.
Kepala Riset Alpha Sekuritas, Dr. Bambang Sudibyo, menilai bahwa pergerakan ini adalah tanda kematangan pasar modal Indonesia. “Ini bukan sekadar euforia sesaat. Penguatan didasari oleh laporan keuangan emiten-emiten unggulan yang solid, sejalan dengan stabilnya ekonomi makro dan inflasi domestik yang terkendali. Pernyataan yang berfokus pada fundamental dari otoritas telah memberikan landasan psikologis yang kuat bagi dana-dana besar untuk masuk,” jelasnya.
Lompatan rekor IHSG ini diharapkan dapat menjadi magnet kuat bagi masuknya modal asing (Foreign Direct Investment/FDI) dan memperkuat kepercayaan investor domestik. Tren ini sekaligus memberikan momentum bagi otoritas pasar modal untuk terus memperkuat kerangka regulasi guna memastikan keberlanjutan dan keadilan pasar, memastikan bahwa pertumbuhan pasar modal didukung oleh fondasi perusahaan yang sehat.