Saham

Prospek Saham Bank Besar BBCA-BBNI Cs Jelang RDG BI: Investor Asing Mulai Merespons?

Prospek saham BBCA, BBNI, BBRI, BMRI jelang RDG BI 21-22 Oktober 2025. Saham bank besar kompak melonjak, apakah asing mulai merespons dengan akumulasi? Cek analisisnya.

Jakarta · Tuesday, 21 October 2025 08:00 WITA · Dibaca: 37
Prospek Saham Bank Besar BBCA-BBNI Cs Jelang RDG BI: Investor Asing Mulai Merespons?

JAKARTA, JClarity – Prospek saham perbankan berkapitalisasi pasar besar atau “Big Banks” seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menjadi sorotan tajam menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang dimulai hari ini, Selasa (21/10/2025). Reaksi signifikan dari pelaku pasar terlihat serentak pada perdagangan awal pekan, memicu pertanyaan apakah investor asing telah memulai aksi akumulasi yang terukur.

Sentimen positif terbaru mencuat pada Senin (20/10/2025), di mana saham-saham perbankan utama melesat signifikan. BBNI memimpin penguatan dengan lonjakan 6,58%, diikuti oleh BBRI (+6,00%), BMRI (+5,68%), dan BBCA (+5,67%). Penguatan masif ini terjadi di tengah antisipasi hasil RDG BI yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dari 21 hingga 22 Oktober 2025.

Konsensus pasar terbagi, namun mayoritas ekonom memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75% pada RDG kali ini, meskipun terdapat pandangan yang melihat adanya potensi pemangkasan sebesar 25 basis poin. Kebijakan menahan suku bunga diperkirakan diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencegah arus modal keluar (capital outflow), meski dorongan untuk memangkas bunga guna memacu pertumbuhan ekonomi tetap ada.

Mengenai respons investor asing, data menunjukkan adanya sinyal yang beragam namun mengarah pada akumulasi selektif. Meskipun secara mingguan (hingga 17 Oktober 2025) tercatat aksi jual bersih (net sell) asing yang cukup besar pada saham BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI, saham BBCA justru mencatatkan anomali dengan diborong asing secara masif, mencapai nilai transaksi Rp 1,16 triliun pada Jumat (17/10/2025). Aksi beli bersih signifikan di BBCA ini mengindikasikan bahwa investor global mulai mengambil posisi pada saham perbankan dengan likuiditas dan fundamental terbaik di tengah tekanan pasar.

Pengamat pasar modal menilai, lonjakan harga saham perbankan pada Senin tersebut merupakan respons terhadap valuasi sektor yang kini berada pada level terendah sejak tahun 2022, menjadikannya menarik bagi investor yang mencari nilai (value investing). Jika konsensus pemangkasan suku bunga menjadi kenyataan, hal ini berpotensi memicu akumulasi lanjutan dari investor asing, terutama yang menyasar saham-saham perbankan dengan kualitas kredit dan margin bunga bersih (NIM) yang solid.

Meskipun demikian, analis mengingatkan bahwa secara teknikal, pergerakan harga saat ini masih dapat dianggap sebagai pantulan dari area support kuat, dan sinyal pembalikan arah tren secara jangka panjang baru akan terkonfirmasi dalam satu hingga dua bulan ke depan. Investor disarankan untuk mencermati hasil resmi RDG BI pada Rabu (22/10/2025) dan perkembangan kebijakan moneter global, terutama dari The Federal Reserve, sebagai penentu utama keberlanjutan inflow dana asing ke sektor perbankan Tanah Air.

Login IG