Pohon Cair Semen Merah Putih: Teknologi Masa Depan Penyerap Karbon Super Cepat
Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang Tbk) meluncurkan MPTree, 'Pohon Cair' berbasis mikroalga yang menyerap CO2 15-50 kali lebih cepat dari pohon biasa. Inovasi dekarbonisasi.
JAKARTA, JClarity – PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen Semen Merah Putih, membuat terobosan signifikan dalam upaya dekarbonisasi industri konstruksi melalui inovasi 'Pohon Cair' yang dinamakan MPTree. Teknologi fotobioreaktor berbasis mikroalga ini diklaim mampu menyerap karbon dioksida ($ ext{CO}_2$) secara jauh lebih cepat dan efisien dibandingkan mekanisme fotosintesis pohon konvensional, menawarkan solusi strategis di tengah isu krisis kualitas udara perkotaan.
MPTree, yang merupakan singkatan dari Merah Putih Tree, dikembangkan melalui kolaborasi strategis dengan PT AlgaePark Indonesia Mandiri, sebuah perusahaan pionir bioteknologi mikroalga di Indonesia. Hasil uji lapangan yang intensif, yang dilakukan di fasilitas manufaktur perusahaan di Yogyakarta dan Sukoharjo, menunjukkan efisiensi yang luar biasa. Satu unit MPTree dengan kapasitas 200 liter terbukti mampu menyerap $ ext{CO}_2$ setara dengan 16,08 pohon dewasa.
Keunggulan MPTree terletak pada penggunaan sel mikroalga, seperti jenis *Spirulina*, yang memiliki kemampuan menyerap $ ext{CO}_2$ antara 15 hingga 50 kali lipat lebih efektif dibandingkan pohon biasa. Selain itu, siklus penyerapan dan pertumbuhan mikroalga sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar empat minggu, jauh lebih singkat dibandingkan menunggu pohon tumbuh dewasa hingga 10 sampai 20 tahun. Efisiensi penangkapan karbon juga mencapai 91,7 persen, dengan karbon disimpan dalam dua bentuk: biomassa dan karbon terlarut, yang dapat diolah lebih lanjut menjadi komoditas bernilai ekonomi, seperti pupuk atau pakan ternak.
Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen perusahaan terhadap prinsip Keberlanjutan (ESG) dan target Net Zero Emission (NZE). MPTree dirancang sebagai *green street furniture* yang fleksibel, didukung oleh sistem pemantauan digital berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengontrol parameter seperti suhu, pH, dan kepadatan sel mikroalga selama 24 jam. Langkah implementasi nyata akan terus diperluas, dengan target pemasangan unit MPTree berikutnya di Plant Jatiasih, Bekasi, pada Desember 2025, sebagai upaya mitigasi emisi di area operasional dan ruang publik perkotaan.