Pecah Rekor! IHSG Sentuh All Time High 8.570, Dipicu Efek Rebalancing MSCI
IHSG mencetak sejarah baru, sentuh All Time High 8.570,35. Kenaikan spektakuler dipicu oleh derasnya modal asing karena efek rebalancing MSCI November.
Jakarta, JClarity – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak sejarah baru pada penutupan perdagangan hari Selasa, 25 November 2025, setelah berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) di angka 8.570,35. Kenaikan spektakuler sebesar 1,65% ini secara dominan dipicu oleh derasnya arus modal asing yang masuk menjelang implementasi rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode November.
Level 8.570,35 memecahkan rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada awal tahun ini. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi mencapai angka fantastis, menyentuh Rp 27,1 triliun. Angka ini didominasi oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai Rp 8,2 triliun, mencerminkan adanya akumulasi masif di saham-saham unggulan.
Lonjakan dramatis ini hampir sepenuhnya dikaitkan dengan fenomena MSCI Effect. Dalam periode rebalancing kuartalan ini, sejumlah saham big cap Indonesia—terutama di sektor perbankan dan energi—mengalami peningkatan bobot (weighting) yang signifikan atau bahkan dimasukkan dalam daftar indeks MSCI Standard yang baru. Hal ini memaksa dana investasi pasif global, seperti Exchange Traded Fund (ETF) yang melacak indeks MSCI, untuk mengakumulasi saham-saham tersebut dalam jumlah besar sebelum penutupan pasar, yang secara langsung mendorong harga dan nilai IHSG.
Kepala Riset JClarity Sekuritas, Budi Santoso, menyatakan bahwa meskipun momentum didorong oleh teknikal rebalancing MSCI, reli IHSG ini ditopang oleh fundamental yang kuat. “Pasar merespons positif data ekonomi makro yang stabil, proyeksi PDB yang cerah, dan laporan kinerja keuangan korporasi kuartal III yang solid. Sentimen rebalancing hanya berfungsi sebagai katalis cepat yang memanfaatkan likuiditas yang sudah ada,” jelas Santoso.
Para analis memperkirakan bahwa volatilitas tinggi akan mereda pasca-implementasi rebalancing, namun sentimen positif secara keseluruhan diperkirakan akan berlanjut. Fokus investor kini akan beralih ke upaya window dressing di akhir tahun, di mana manajer investasi cenderung mempercantik portofolio mereka, yang berpotensi mempertahankan laju kenaikan IHSG hingga penutupan tahun fiskal.