Parental Control Hadir di ChatGPT, OpenAI Beri Kendali untuk Orangtua
OpenAI secara signifikan memperbarui kebijakan dan alatnya untuk memberi kendali lebih kepada orangtua atas penggunaan ChatGPT oleh anak-anak, fokus pada verifikasi usia dan pelaporan.
JAKARTA, JClarity – Raksasa kecerdasan buatan (AI) global, OpenAI, mengumumkan pembaruan signifikan pada kerangka kerja keamanan penggunanya, secara efektif memperkenalkan mekanisme kendali orangtua (parental control) yang lebih ketat di platform ChatGPT. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap kekhawatiran global mengenai keamanan siber dan perlindungan anak di dunia digital yang semakin didominasi oleh AI.
Pembaruan ini berfokus pada penguatan dua pilar utama: verifikasi usia yang lebih ketat dan alat pelaporan yang lebih transparan bagi orangtua dan wali. Menurut pernyataan resmi perusahaan, ChatGPT kini akan menerapkan protokol yang lebih canggih untuk memastikan pengguna di bawah umur 18 tahun, khususnya mereka yang berada dalam kategori usia wajib persetujuan orangtua (13-18 tahun), menggunakan platform di bawah pengawasan yang memadai.
Kendali baru ini, meskipun bukan berbentuk dasbor perangkat lunak yang spesifik, beroperasi melalui serangkaian kebijakan dan teknologi pemfilteran konten yang ditingkatkan. Salah satu fitur kunci adalah mekanisme pelaporan penyalahgunaan yang disempurnakan. Orangtua kini dapat lebih mudah melaporkan konten atau interaksi yang dianggap tidak pantas atau membahayakan anak mereka, dengan janji tindakan moderasi yang lebih cepat dan transparan dari tim OpenAI.
Juru Bicara OpenAI dalam siaran pers menyatakan, komitmen terhadap AI yang bertanggung jawab mencakup perlindungan pengguna yang paling rentan. "Kami memahami kekhawatiran orangtua seiring semakin terintegrasinya AI dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka. Pembaruan ini adalah langkah nyata kami untuk memberi mereka kendali dan ketenangan pikiran yang lebih besar, memastikan lingkungan ChatGPT tetap aman dan mendidik," ujarnya.
Selain itu, sistem moderasi konten berbasis AI milik OpenAI juga diperkuat untuk secara proaktif mengidentifikasi dan memblokir materi yang melanggar kebijakan, terutama yang berkaitan dengan eksploitasi dan pelecehan seksual anak (CSEA). Pembaruan ini menempatkan OpenAI sejajar dengan perusahaan teknologi besar lainnya yang telah menerapkan fitur keselamatan anak yang komprehensif. Orangtua disarankan untuk meninjau kembali persyaratan layanan (ToS) terbaru dan memastikan akun anak mereka terdaftar sesuai dengan pedoman usia yang baru.