OpenAI Siap Rilis Aplikasi Mirip TikTok, Kontennya Khusus Buatan AI Sora 2
OpenAI dikabarkan siap meluncurkan aplikasi video pendek mirip TikTok, yang secara eksklusif akan menampilkan konten yang dihasilkan oleh model AI videonya, Sora 2.
JAKARTA, JClarity – Spekulasi mengenai langkah besar OpenAI selanjutnya di ranah media sosial kian menguat. Perusahaan kecerdasan buatan (AI) terkemuka, di balik kesuksesan ChatGPT dan model video revolusioner Sora, dikabarkan tengah mempersiapkan peluncuran aplikasi video pendek dengan format yang sangat mirip dengan TikTok. Keunikan utama platform ini adalah seluruh konten yang disajikan diprediksi akan dibuat secara eksklusif oleh model AI *text-to-video* milik mereka, yang diyakini adalah versi terbaru yang dijuluki 'Sora 2'.
Kabar mengenai aplikasi ini mencuat seiring dengan upaya OpenAI untuk menemukan saluran distribusi yang paling efektif dan terkontrol untuk konten video hasil generatif mereka. Sejak diperkenalkan, Sora telah menarik perhatian global berkat kemampuannya menghasilkan adegan video realistis, kompleks, dan kohesif hanya dari perintah teks. Hingga saat ini, Sora masih dalam tahap uji coba terbatas oleh para profesional kreatif dan ahli *red teaming* untuk menjamin keamanan dan kualitas sebelum rilis publik.
Pemilihan format video vertikal pendek, layaknya TikTok, dinilai sebagai langkah strategis yang logis. Format ini memungkinkan demonstrasi kemampuan Sora dengan cepat kepada khalayak luas, memanfaatkan algoritma rekomendasi yang sangat adiktif. Selain itu, dengan memiliki platform distribusi sendiri, OpenAI dapat mengontrol secara ketat konten apa saja yang boleh dan tidak boleh beredar, serta memonopoli konten AI video berkualitas tertinggi yang dihasilkan oleh teknologinya.
Istilah 'Sora 2' sendiri diperkirakan merujuk pada versi model AI video yang akan siap diluncurkan secara komersial dan publik. Versi ini diharapkan memiliki peningkatan signifikan dalam hal akurasi, konsistensi objek, dan yang paling penting, fitur kontrol yang lebih detail bagi pengguna. Dengan meluncurkan platform video eksklusif AI, OpenAI tidak hanya bersaing dengan platform media sosial yang sudah ada (seperti TikTok, YouTube Shorts, dan Instagram Reels), tetapi juga menetapkan dirinya sebagai pusat utama ekosistem kreator konten AI.
Langkah ambisius ini menegaskan bahwa OpenAI tidak hanya ingin menjadi penyedia teknologi dasar, tetapi juga pemain kunci dalam industri konten digital global. Platform baru ini akan menjadi ajang pertarungan sengit berikutnya, di mana kreativitas manusia akan berkolaborasi (atau berkompetisi) secara langsung dengan kemampuan tak terbatas dari kecerdasan buatan.