OpenAI Luncurkan Peramban "Atlas" Bertenaga AI, Siap Saingi Google?
OpenAI meluncurkan peramban web bertenaga AI "ChatGPT Atlas" yang terintegrasi dengan ChatGPT, secara langsung menantang dominasi Google Chrome.
Jakarta, JClarity – Raksasa kecerdasan buatan (AI) global, OpenAI, secara resmi meluncurkan peramban web (web browser) terbarunya yang sepenuhnya terintegrasi dengan teknologi AI, bernama "ChatGPT Atlas". Langkah strategis ini menandai babak baru dalam 'perang peramban' yang secara langsung menantang dominasi Google Chrome dan berpotensi mengubah fundamental cara pengguna berinteraksi dengan internet.
Peluncuran yang diumumkan pada pertengahan Oktober 2025 ini mempertegas ambisi OpenAI yang dipimpin oleh Sam Altman untuk memperluas ekosistem AI mereka melampaui chatbot. Atlas dirancang bukan sekadar alat penjelajah, melainkan sebagai asisten super yang memahami konteks pengguna, menjadikan pengalaman berselancar lebih interaktif dan efisien.
Fitur utama yang membedakan Atlas dari peramban konvensional adalah integrasi mendalam ChatGPT. Pengguna dapat mengakses bilah samping ChatGPT di halaman mana pun untuk meringkas konten secara instan, membandingkan produk, atau menganalisis data situs tanpa perlu menyalin-tempel atau berpindah tab.
Inovasi terbesar terletak pada fitur Mode Agen (Agent Mode), yang tersedia bagi pengguna berbayar. Mode ini memungkinkan ChatGPT mengambil tindakan langsung di situs web untuk menyelesaikan tugas secara otomatis—mulai dari melakukan riset mendalam, mengisi formulir, hingga menyelesaikan transaksi belanja daring. Dalam demonstrasi peluncuran, pengembang menunjukkan kemampuan Atlas untuk mencari resep masakan dan secara mandiri memesan semua bahan yang diperlukan melalui layanan belanja online.
CEO OpenAI, Sam Altman, menegaskan bahwa peluncuran Atlas adalah langkah untuk "mendefinisikan ulang apa arti sebuah peramban web." Integrasi percakapan ini secara fundamental menggeser model pencarian dari berbasis kata kunci tradisional, seperti yang didominasi Google, menuju sistem percakapan interaktif yang mensintesis informasi.
Peluncuran ini berlangsung di tengah dominasi Google Chrome yang menguasai sekitar 71,9% pangsa pasar peramban global per September 2025. Respons pasar terhadap ancaman ini cukup signifikan, tercermin dari penurunan saham Alphabet Inc., induk perusahaan Google, sebesar 1,8% setelah pengumuman tersebut.
Analis industri memandang Atlas sebagai pendahulu bagi OpenAI untuk memasuki bisnis periklanan digital. Menurut Gil Luria, seorang analis di D.A. Davidson, jika OpenAI berhasil menjual iklan melalui Atlas, hal itu berpotensi mengalihkan sebagian besar pendapatan iklan pencarian yang selama ini dikuasai Google.
Saat ini, ChatGPT Atlas telah tersedia secara global untuk sistem operasi macOS, dengan versi untuk Windows, iOS, dan Android dijanjikan akan segera menyusul. OpenAI juga menjamin privasi pengguna, dengan fitur memori browser (yang memungkinkan sistem mengingat konteks aktivitas pengguna) dapat dijeda atau dimatikan kapan saja, dan konten penjelajahan tidak akan digunakan untuk melatih model AI secara default.