Teknologi

OpenAI Kembangkan Akselerator dan Chip Kustom Sendiri untuk Dorong Batas Kemampuan AI

OpenAI dan Broadcom menjalin kemitraan untuk merancang dan menggelar 10GW akselerator AI kustom mulai 2026. Tujuannya: efisiensi, kontrol hardware, dan dorong batas AI.

Jakarta · Monday, 20 October 2025 08:00 WITA · Dibaca: 72
OpenAI Kembangkan Akselerator dan Chip Kustom Sendiri untuk Dorong Batas Kemampuan AI

JAKARTA, JClarity – OpenAI, perusahaan riset dan pengembangan kecerdasan buatan (AI) terkemuka di balik ChatGPT, secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk merancang dan memproduksi akselerator AI kustomnya sendiri. Langkah ambisius ini dilakukan melalui kemitraan multi-tahun dengan raksasa semikonduktor, Broadcom, menandai upaya signifikan untuk mengontrol infrastruktur komputasi yang sangat penting untuk mendorong batas kemampuan model-model AI di masa depan.

Kemitraan yang diumumkan pada pertengahan Oktober 2025 ini menetapkan target ambisius untuk menggelar total 10 gigawatt (GW) akselerator AI kustom rancangan OpenAI. Kapasitas komputasi yang sangat besar ini direncanakan akan mulai digunakan pada paruh kedua tahun 2026 dan akan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2029. Di bawah kesepakatan tersebut, OpenAI akan memimpin desain chip dan sistem secara keseluruhan, sementara Broadcom akan bertanggung jawab atas manufaktur, pengembangan, dan integrasi perangkat keras ke dalam rak-rak server.

CEO OpenAI, Sam Altman, menjelaskan bahwa keputusan untuk merancang silikon in-house didorong oleh kebutuhan mendesak untuk mendapatkan kontrol yang lebih besar atas kinerja, ketersediaan, dan efisiensi biaya. Dengan menyesuaikan prosesor secara khusus, OpenAI dapat "menanamkan apa yang telah dipelajari dari pengembangan model-model frontier dan produk secara langsung ke dalam perangkat keras, membuka tingkat kemampuan dan kecerdasan yang baru."

Pengembangan chip kustom, yang sebelumnya dilaporkan dijuluki "Project Tigris," bertujuan untuk mengoptimalkan baik proses pelatihan (training) maupun inferensi (inference), dengan fokus pada pengurangan biaya token dan peningkatan efisiensi energi untuk model-model canggih seperti GPT-4 dan yang akan datang. Dalam sebuah pengakuan teknis yang menarik, Presiden OpenAI, Greg Brockman, mengungkapkan bahwa model AI milik perusahaan sendiri telah digunakan untuk membantu mendesain chip ini. Model AI tersebut berhasil menemukan optimasi desain yang mungkin memerlukan waktu berminggu-minggu bagi insinyur manusia, menghasilkan perangkat keras yang lebih kecil dan efisien dengan jadwal produksi yang dipercepat.

Meskipun kemitraan ini merupakan tantangan langsung terhadap dominasi pasar hardware AI saat ini—yang sebagian besar dipegang oleh Nvidia—Altman menegaskan bahwa inisiatif ini bersifat komplementer. Penggelaran 10GW akselerator kustom ini menambah serangkaian kesepakatan infrastruktur bernilai miliaran dolar lainnya, termasuk perjanjian pasokan GPU dari Nvidia (setidaknya 10 GW) dan AMD (6 GW). Langkah diversifikasi ini menunjukkan upaya OpenAI untuk membangun ekosistem perangkat keras yang beragam dan tahan terhadap risiko gangguan pasokan di masa depan.

Login IG