Teknologi

OpenAI Jadi Raja Startup Dunia, Valuasi Tembus Rp 8.300 Triliun, Salip SpaceX Milik Elon Musk

OpenAI resmi jadi startup swasta paling bernilai di dunia dengan valuasi US$500 miliar (Rp8.300 T), menyalip SpaceX. Kenaikan ini didorong oleh 'secondary share sale'.

Jakarta, 10 Oktober 2025 · Friday, 10 October 2025 14:00 WITA · Dibaca: 54
OpenAI Jadi Raja Startup Dunia, Valuasi Tembus Rp 8.300 Triliun, Salip SpaceX Milik Elon Musk

JAKARTA, JClarity – OpenAI, perusahaan di balik kecerdasan buatan generatif (AI) fenomenal ChatGPT, kini resmi menempati takhta sebagai startup swasta paling bernilai di dunia. Valuasi perusahaan tersebut dilaporkan melambung tinggi hingga mencapai US$500 miliar, atau setara dengan sekitar Rp8.300 triliun (dengan asumsi kurs sekitar Rp16.600 per dolar AS).

Kenaikan fantastis ini secara telak melampaui valuasi SpaceX milik Elon Musk, yang sebelumnya menjadi perusahaan swasta paling berharga di dunia dengan perkiraan valuasi di kisaran US$400 miliar hingga US$456 miliar (sekitar Rp6.640 triliun hingga Rp7.569 triliun). Pencapaian bersejarah ini menandai pergeseran dominasi investasi global, dari eksplorasi antariksa ke ranah kecerdasan buatan.

Valuasi raksasa US$500 miliar ini ditetapkan melalui serangkaian transaksi penjualan saham sekunder (secondary share sale) yang diselesaikan pada awal Oktober 2025. Dalam kesepakatan tersebut, karyawan aktif dan mantan karyawan OpenAI menjual saham mereka senilai total sekitar US$6,6 miliar kepada sekelompok investor kelas kakap.

Transaksi saham ini bukan merupakan putaran pendanaan baru yang menyuntikkan modal ke dalam perusahaan, melainkan mekanisme untuk memberikan likuiditas kepada para pemegang saham internal. Investor ternama yang dilaporkan ikut serta dalam pembelian saham ini mencakup Thrive Capital, SoftBank Group Corp., Dragoneer Investment Group, MGX dari Abu Dhabi, dan T. Rowe Price.

Lonjakan valuasi OpenAI ini menggambarkan euforia dan tingginya permintaan investor terhadap saham-saham perusahaan yang menjadi pionir dalam revolusi AI. Sebagai perbandingan, nilai perusahaan yang dipimpin oleh Sam Altman ini telah meroket tajam dari valuasi sekitar US$300 miliar yang dicapai pada Maret 2025. Para investor memandang OpenAI sebagai pemain kunci yang berpotensi mengubah industri dan ekonomi global di masa depan.

Di balik capaian finansial ini, OpenAI juga gencar melakukan investasi infrastruktur besar-besaran untuk mendukung ambisi AI-nya. Perusahaan tersebut dikabarkan sedang merencanakan pembangunan infrastruktur AI global yang masif, termasuk menjalin kesepakatan strategis dengan raksasa teknologi seperti Oracle, Nvidia, Samsung, dan SK Hynix untuk mengamankan pasokan chip dan pusat data. Langkah ini menunjukkan keseriusan OpenAI dalam mempertahankan posisinya di puncak inovasi teknologi.

Login IG