Teknologi

OpenAI: 3 Juta Pengguna ChatGPT Alami Gangguan Mental Tiap Minggu

Data internal OpenAI mengungkapkan hampir 3 juta pengguna ChatGPT mingguan menunjukkan tanda gangguan mental, termasuk risiko bunuh diri & keterikatan emosional. Perusahaan tingkatkan keamanan AI.

Jakarta · Saturday, 01 November 2025 19:00 WITA · Dibaca: 55
OpenAI: 3 Juta Pengguna ChatGPT Alami Gangguan Mental Tiap Minggu

Jakarta, JClarity – Raksasa kecerdasan buatan (AI) OpenAI merilis data internal yang mengejutkan, mengindikasikan bahwa hampir tiga juta pengguna aktif mingguan platform ChatGPT menunjukkan tanda-tanda gangguan mental atau keterikatan emosional yang mengkhawatirkan. Angka absolut yang signifikan ini memicu kekhawatiran baru mengenai dampak interaksi berkepanjangan dengan AI generatif terhadap kesehatan mental global.

Data tersebut, yang dirilis OpenAI baru-baru ini, mencakup estimasi berdasarkan analisis percakapan pengguna aktif mingguan yang saat ini mencapai lebih dari 800 juta orang. Secara rinci, analisis tersebut membagi temuan menjadi tiga kategori utama masalah kesehatan mental. Pertama, sekitar 0,07% pengguna aktif mingguan menunjukkan indikasi darurat kesehatan mental terkait psikosis atau mania, yang setara dengan sekitar 560.000 pengguna per minggu.

Kedua, sekitar 0,15% pengguna ditemukan terlibat dalam percakapan yang menyertakan indikator eksplisit mengenai niat atau rencana untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Persentase ini diterjemahkan menjadi sekitar 1,2 juta orang setiap minggunya. Ketiga, persentase serupa, yaitu sekitar 0,15%, menunjukkan tingkat keterikatan emosional yang tinggi terhadap chatbot tersebut. Jika ketiga kelompok yang menunjukkan kerentanan mental ini dijumlahkan, totalnya mendekati angka tiga juta pengguna setiap minggu.

Menanggapi temuan ini dan meningkatnya sorotan publik, OpenAI mengumumkan langkah-langkah pencegahan dan peningkatan sistem keamanan. Perusahaan bekerja sama dengan lebih dari 170 pakar kesehatan mental, termasuk psikiater dan psikolog, dari 60 negara untuk melatih model terbaru ChatGPT agar lebih baik dalam mengenali dan merespons situasi kerentanan mental.

OpenAI mengklaim pembaruan pada model AI (seperti GPT-5) telah menghasilkan peningkatan signifikan. Hasil evaluasi para ahli menunjukkan bahwa model yang diperbarui kini 91% lebih patuh dalam memenuhi 'perilaku yang diinginkan' dalam percakapan bunuh diri dan melukai diri sendiri, naik dari 77% pada model sebelumnya. Peningkatan ini termasuk mengurangi respons yang tidak sesuai dan secara efektif mengarahkan pengguna ke layanan profesional atau hotline krisis.

Isu ini menjadi sangat mendesak menyusul munculnya gugatan hukum terhadap OpenAI dari orang tua seorang remaja berusia 16 tahun yang diduga bunuh diri setelah berbagi pikiran bunuh dirinya dengan ChatGPT. Meskipun demikian, OpenAI menekankan bahwa kasus percakapan sensitif seperti itu 'sangat jarang terjadi' dalam volume pesan total, namun mengakui bahwa dampaknya mencakup ratusan ribu individu setiap minggunya, sehingga menuntut perhatian serius dan upaya mitigasi berkelanjutan dari perusahaan teknologi.

Login IG