Nvidia Luncurkan DGX Spark, Superkomputer AI Sekecil Desktop.
NVIDIA meluncurkan DGX Spark, superkomputer AI terkecil di dunia. Ditenagai Grace Blackwell GB10, perangkat desktop ini menawarkan 1 PetaFLOP AI dan 128 GB memori.
JAKARTA, JClarity – Raksasa teknologi semikonduktor, NVIDIA, kembali mendefinisikan ulang batas-batas komputasi dengan peluncuran terbarunya, NVIDIA DGX Spark. Perangkat ini dijuluki sebagai superkomputer AI terkecil di dunia, yang secara efektif mengemas kinerja kelas pusat data (data center) ke dalam faktor bentuk ringkas seukuran desktop, yang dapat ditempatkan di meja kerja para pengembang dan peneliti.
DGX Spark dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pengembang kecerdasan buatan (AI) yang semakin intensif, mengatasi kendala memori dan perangkat lunak yang dihadapi oleh PC atau workstation konvensional. Perangkat mutakhir ini ditenagai oleh Superchip NVIDIA GB10 Grace Blackwell, yang memungkinkannya memberikan kinerja AI hingga 1 PetaFLOP.
Performa luar biasa tersebut didukung oleh memori sistem terpadu (coherent unified memory) sebesar 128 GB. Dengan spesifikasi ini, DGX Spark memungkinkan pengembang untuk menjalankan proses inference pada model AI hingga 200 miliar parameter dan melakukan fine-tuning (penyetelan) model hingga 70 miliar parameter secara lokal. Hal ini merupakan lompatan besar, memungkinkan siklus pengembangan yang lebih cepat dan kendali data yang lebih besar, terutama untuk aplikasi yang sensitif terhadap privasi dan keamanan seperti di bidang kesehatan.
CEO dan pendiri NVIDIA, Jensen Huang, menyoroti peluncuran ini sebagai upaya untuk mendemokratisasi akses ke komputasi AI tingkat tinggi. Huang membandingkan DGX Spark dengan peluncuran DGX-1 pada tahun 2016—yang disebutnya memicu revolusi AI modern—dengan menyatakan bahwa DGX Spark kini bertujuan menempatkan komputer AI di tangan setiap pengembang. Hal ini untuk memicu gelombang terobosan berikutnya dalam pengembangan AI agentic dan fisik.
NVIDIA DGX Spark mengintegrasikan seluruh platform perangkat lunak AI dari NVIDIA, termasuk pustaka CUDA dan AI software stack, yang memungkinkan pengembang untuk memulai proyek AI segera setelah perangkat terpasang. Perangkat ini mulai dikirimkan kepada pelanggan global pada pertengahan Oktober dengan harga jual sekitar US$3.999 (sekitar Rp64 jutaan, tergantung kurs). Ketersediaannya diperluas melalui mitra OEM global terkemuka seperti Acer, ASUS, Dell Technologies, HP, Lenovo, dan MSI.