Teknologi

Nvidia Dilarang Jual Chip: Perang Chip AI AS dan China Memanas dengan Pelarangan Blackwell dan Chip Modifikasi

AS melarang penjualan chip AI tercanggih Nvidia Blackwell dan B30A ke China. Beijing merespons dengan mewajibkan chip lokal untuk proyek data center negara.

Jakarta · Sunday, 09 November 2025 00:00 WITA · Dibaca: 49
Nvidia Dilarang Jual Chip: Perang Chip AI AS dan China Memanas dengan Pelarangan Blackwell dan Chip Modifikasi

Jakarta, JClarity – Konflik teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali memanas, memasuki babak baru yang lebih ketat dalam ‘Perang Chip’ kecerdasan artifisial (AI). Ketegangan terbaru dipicu oleh keputusan Pemerintah AS yang secara resmi memblokir penjualan chip AI paling canggih dari raksasa semikonduktor, Nvidia Corp., ke pasar China, termasuk varian yang telah disesuaikan untuk menghindari pembatasan ekspor sebelumnya.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi langsung pelarangan penjualan prosesor AI mutakhir Nvidia, **Blackwell**, ke Tiongkok. “Chip Blackwell bukanlah sesuatu yang ingin kami jual ke China saat ini,” ujar Leavitt, menegaskan kebijakan yang sejalan dengan strategi Pemerintahan AS untuk mempertahankan keunggulan teknologi dan mencegah Beijing mengakuisisi perangkat keras canggih yang berpotensi digunakan untuk pengembangan militer dan AI tingkat lanjut. Menteri Keuangan AS bahkan menyebut Blackwell sebagai “permata mahkota” inovasi AI Amerika.

Tidak hanya chip tercanggih, larangan ini juga mencakup chip yang didesain ulang oleh Nvidia untuk pasar China, yakni seri **B30A**. Chip 'versi ringan' ini, yang mampu digunakan untuk melatih model bahasa besar (LLM), dinilai oleh Gedung Putih masih terlalu kuat dan berpotensi melanggar batas kontrol ekspor. Keputusan ini praktis menutup akses Nvidia—yang sebelumnya sempat menguasai hingga 95% pangsa pasar pusat data AI China pada tahun 2022—ke salah satu pasar terbesarnya.

Menanggapi langkah provokatif dari Washington, Beijing melancarkan serangan balasan yang agresif untuk mempercepat swasembada teknologi. Pemerintah China mengeluarkan arahan tegas yang mewajibkan semua proyek pusat data baru yang menerima dana negara untuk **hanya menggunakan chip AI produksi dalam negeri**. Lebih lanjut, proyek yang penyelesaiannya kurang dari 30% diperintahkan untuk menghapus atau membatalkan pesanan chip asing.

Langkah balasan China ini diprediksi akan menguntungkan produsen semikonduktor domestik seperti Huawei, Cambricon, dan MetaX. Namun, analis industri memperingatkan bahwa chip AI buatan China saat ini masih tertinggal di belakang produk Nvidia, baik dari segi kinerja maupun dukungan ekosistem perangkat lunak, yang berpotensi memperlambat laju pengembangan AI di Negeri Tirai Bambu secara keseluruhan. Sementara itu, CEO Nvidia, Jensen Huang, telah menyatakan harapan agar perusahaannya dapat kembali ke pasar China dan dilaporkan sedang berupaya memodifikasi desain chip B30A agar dapat memenuhi persyaratan ekspor AS yang semakin ketat.

Perang chip yang semakin mendalam ini menegaskan bahwa persaingan global kini berpusat pada dominasi kecerdasan buatan, di mana keamanan nasional dan supremasi teknologi menjadi taruhan utama bagi kedua negara adidaya.

Login IG