Net Buy Asing Tembus Rp2,9 T, 10 Saham Ini Paling Banyak Diincar.
Arus modal asing kembali deras membanjiri bursa saham Indonesia, mencatatkan net buy hingga Rp2,9 triliun. Simak 10 saham blue chip yang paling diburu investor global.
JAKARTA, JClarity – Arus modal asing kembali membanjiri pasar saham domestik Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan terakhir, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) yang signifikan, menembus angka Rp2,9 triliun di seluruh pasar.
Kinerja impresif ini menandakan kembalinya minat investor global terhadap aset-aset berisiko (risk-on) di Indonesia, didorong oleh data makroekonomi yang solid serta prospek pertumbuhan emiten blue chip yang menjanjikan. Lonjakan net buy ini turut menjadi katalis utama yang menopang pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang periode perdagangan tersebut.
Analisis JClarity menunjukkan bahwa mayoritas dana segar asing tersebut diarahkan kepada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) atau yang dikenal sebagai saham blue chip, terutama dari sektor perbankan dan telekomunikasi. Saham-saham ini dianggap memiliki likuiditas tinggi dan fundamental yang kuat, menjadikannya pilihan utama di tengah ketidakpastian global.
Sepuluh saham berikut ini menjadi target utama aksi beli asing selama periode net buy Rp2,9 triliun tersebut, berdasarkan nilai pembelian bersih tertinggi:
1. Bank Central Asia (BBCA): Saham perbankan swasta terbesar ini menjadi primadona, mencatat net buy sebesar Rp870 miliar. Likuiditas dan konsistensi laba BBCA selalu menarik perhatian investor institusi global.
2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Dengan fokus pada segmen UMKM, BBRI diborong asing senilai Rp755 miliar. Prospek pertumbuhan kredit yang stabil menjadi daya tarik utama.
3. Bank Mandiri (BMRI): Net buy pada saham bank BUMN ini mencapai Rp450 miliar, didukung oleh kinerja yang efisien dan agresif di segmen korporasi.
4. Telkom Indonesia (TLKM): Saham telekomunikasi ini kembali diincar asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp310 miliar, seiring optimisme pada segmen data dan infrastruktur digital.
5. Bank Negara Indonesia (BBNI): Melengkapi dominasi bank besar, BBNI mencatatkan net buy Rp220 miliar.
6. Astra International (ASII): Konglomerasi otomotif dan alat berat ini diborong asing senilai Rp95 miliar, seiring dengan pemulihan sektor konsumsi dan komoditas.
7. Adaro Energy Indonesia (ADRO): Di tengah stabilnya harga batu bara, saham ADRO menarik net buy sebesar Rp70 miliar.
8. Merdeka Copper Gold (MDKA): Saham pertambangan emas dan tembaga ini mencatatkan pembelian bersih Rp55 miliar, sejalan dengan tren kenaikan harga komoditas logam.
9. Perusahaan Gas Negara (PGAS): Saham emiten gas ini diincar asing senilai Rp45 miliar.
10. Kalbe Farma (KLBF): Saham sektor farmasi ini menutup daftar 10 besar, dengan net buy sebesar Rp30 miliar, didukung oleh prospek kesehatan jangka panjang.
Analis pasar JClarity menilai, derasnya arus masuk modal asing ini merupakan sinyal positif bahwa pasar modal Indonesia masih dianggap menarik di regional Asia. Sentimen positif dari penguatan Rupiah dan perkiraan suku bunga global yang mulai melunak di masa depan menjadi faktor pendukung utama. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan harga saham-saham *top pick* asing ini, mengingat potensi volatilitas yang mungkin timbul dari perubahan sentimen global.