Teknologi

Microsoft Bentuk Tim Baru, Bikin Kecerdasan Buatan yang Tunduk pada Manusia

Microsoft membentuk MAI Superintelligence Team, tim baru yang dipimpin Mustafa Suleyman untuk menciptakan 'Kecerdasan Super Humanis' (HSI), AI canggih yang sepenuhnya tunduk pada kepentingan dan kendali manusia, fokus pada diagnosis medis dan energi bersih.

Jakarta · Saturday, 08 November 2025 18:00 WITA · Dibaca: 41
Microsoft Bentuk Tim Baru, Bikin Kecerdasan Buatan yang Tunduk pada Manusia

Jakarta, JClarity – Raksasa teknologi global, Microsoft, secara resmi mengumumkan pembentukan divisi Kecerdasan Buatan (AI) terbarunya, yang diberi nama MAI Superintelligence Team (Tim Kecerdasan Super MAI). Inisiatif strategis ini fokus pada pengembangan teknologi AI canggih yang secara eksplisit dirancang untuk "patuh dan tunduk" pada kepentingan manusia, dalam sebuah visi yang mereka sebut sebagai 'Kecerdasan Super Humanis' (Humanist Superintelligence/HSI).

Pengumuman ini datang langsung dari Kepala AI Microsoft, Mustafa Suleyman, yang menegaskan bahwa tujuan utama tim bukanlah mengejar Kecerdasan Umum Buatan (Artificial General Intelligence/AGI) yang memiliki kemampuan tak terbatas—sebuah jalur yang diragukan dapat dikendalikan dengan aman—melainkan menciptakan AI khusus yang dapat menyelesaikan masalah nyata dengan risiko minimal. Suleyman, yang memimpin tim tersebut, menekankan bahwa kunci dari proyek ini adalah memastikan AI tetap "membumi dan dapat dikendalikan," serta selalu melayani kepentingan umat manusia.

Tim Superintelligence MAI dibentuk untuk mengatasi tantangan global paling mendesak, dengan tiga area aplikasi inti yang menjadi sasaran utama. Area pertama adalah diagnosis medis, di mana Microsoft menargetkan mencapai "kecerdasan super medis" dalam dua hingga tiga tahun ke depan, yang mampu mengidentifikasi penyakit lebih cepat dan akurat daripada metode konvensional. Selain itu, tim juga akan mengembangkan 'pendamping AI' yang berfungsi sebagai asisten pribadi dan fokus pada solusi energi bersih, termasuk terobosan dalam penyimpanan baterai dan ilmu material.

Mustafa Suleyman, yang juga merupakan salah satu pendiri DeepMind, akan memimpin tim baru ini, dengan Karen Simonyan, seorang peneliti AI terkemuka, menjabat sebagai Kepala Ilmuwan. Microsoft berkomitmen untuk menginvestasikan dana yang signifikan dan merekrut talenta terbaik dari berbagai laboratorium AI terkemuka di dunia untuk mewujudkan visi HSI ini. Pendekatan ini memposisikan Microsoft secara unik di tengah persaingan dengan perusahaan rival seperti Meta Platforms dan Safe Superintelligence Inc., yang juga berambisi menciptakan lompatan besar dalam teknologi AI.

Fokus pada aspek 'humanis' dan pengendalian ini merupakan respons langsung terhadap kekhawatiran yang meluas tentang potensi risiko eksistensial dari AI super canggih. Suleyman menggarisbawahi bahwa menciptakan "penahanan dan keselarasan yang terbukti dan kuat" adalah tantangan mendesak abad ke-21. Dengan HSI, Microsoft bertujuan agar AI selalu berada di sisi kemanusiaan, bertindak sebagai bawahan yang dapat dikontrol, sehingga "tidak akan, tidak bisa membuka Kotak Pandora."

Login IG