Meta Rilis Algoritma 'Invisio': Berantas Hoaks Video Deepfake dengan Akurasi 99,8% secara *Real-time*
Meta merilis 'Invisio', algoritma AI terbarunya untuk mendeteksi hoaks video deepfake secara real-time dengan akurasi 99,8%. Solusi ini hadir di tengah maraknya kasus deepfake di Indonesia.
JAKARTA, JClarity – Di tengah gelombang ancaman disinformasi dan penipuan berbasis video *deepfake* yang semakin canggih, Meta Platforms, Inc. (Meta) mengumumkan peluncuran terobosan teknologi terbaru yang diklaim sebagai solusi revolusioner. Algoritma kecerdasan buatan (AI) bernama 'Invisio' telah resmi dirilis dengan janji untuk mendeteksi dan memberantas hoaks video *deepfake* secara *real-time* dengan tingkat akurasi mencapai 99,8%.
Pengumuman ini hadir di waktu yang krusial, mengingat maraknya kasus penyalahgunaan *deepfake* di berbagai negara, termasuk Indonesia. Laporan menunjukkan bahwa *deepfake* telah dimanfaatkan untuk menargetkan tokoh publik, seperti yang terjadi pada video yang memanipulasi Presiden Joko Widodo dan kasus penipuan yang menyeret nama figur politik lain, menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI bahkan telah menegaskan pentingnya upaya mitigasi kejahatan siber berbasis *deepfake* karena kerugian yang dilaporkan telah mencapai ratusan miliar rupiah.
Algoritma 'Invisio' dikembangkan melalui pendekatan *deep learning* canggih yang secara khusus dilatih untuk mengidentifikasi 'artefak' digital yang tidak terlihat oleh mata manusia, namun merupakan sidik jari dari proses manipulasi AI. Alih-alih hanya berfokus pada ketidaksempurnaan visual (seperti kedipan mata atau sinkronisasi bibir), 'Invisio' menganalisis inkonsistensi mikro pada resolusi piksel, pola gerakan kepala yang tidak alami, dan ketidaksesuaian gelombang audio secara simultan. Keunggulan utamanya adalah kemampuan pemrosesan *real-time*, yang memungkinkan konten palsu dideteksi segera setelah diunggah atau bahkan saat disiarkan secara langsung (live-stream) di platform-platform Meta seperti Facebook, Instagram, dan Threads.
Meta menyatakan bahwa 'Invisio' akan diintegrasikan langsung ke dalam sistem pengawasan konten mereka di seluruh dunia. Penerapan sistem ini diharapkan dapat melengkapi kebijakan pelabelan konten sintetik (AI-generated) yang sudah ada, guna memberikan lapisan pertahanan ganda. Dengan akurasi 99,8%, Invisio diharapkan dapat mengurangi beban kerja moderator konten dan secara drastis membatasi penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah belah menjelang atau selama periode penting seperti pemilihan umum atau krisis publik.
Para ahli teknologi menyambut baik peluncuran ini, mengakui bahwa teknologi deteksi AI harus selalu selangkah di depan teknologi pembuat *deepfake* yang terus berkembang. Keberhasilan 'Invisio' dalam skala besar akan menjadi tolok ukur baru bagi industri teknologi global dalam upaya memulihkan kembali kepercayaan publik terhadap keaslian konten digital. Algoritma ini menandai babak baru dalam 'perang AI melawan AI' untuk menjaga integritas informasi di ruang siber.