Meta PHK 600 Karyawan Divisi AI: Proyek 'Superintelijen' Belum Menunjukkan Hasil.
Meta PHK sekitar 600 karyawan di divisi Superintelligence Labs (MSL) di tengah ambisi AGI Mark Zuckerberg. Restrukturisasi ini diklaim untuk meningkatkan efisiensi, namun terjadi setelah hasil AI Meta dinilai kurang memuaskan.
Jakarta, JClarity – Raksasa teknologi Meta Platforms Inc. dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 600 karyawan dari divisi kecerdasan buatan (AI) miliknya, yang dikenal sebagai Meta Superintelligence Labs (MSL). Langkah restrukturisasi ini dilakukan di tengah ambisi besar CEO Mark Zuckerberg untuk mencapai 'superintelijen' atau Artificial General Intelligence (AGI), namun diiringi dengan laporan mengenai hasil yang dinilai kurang memuaskan dari produk-produk AI yang telah dirilis.
PHK massal ini menyasar sekitar 600 posisi di MSL, sebuah divisi yang beranggotakan hampir 3.000 karyawan dan menjadi payung utama untuk upaya AI perusahaan tersebut. Meskipun Meta menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk merampingkan departemen yang telah berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir dan membuatnya lebih lincah, para analis berpendapat bahwa pemangkasan tersebut juga merupakan reaksi terhadap kurangnya hasil signifikan di ranah AI, terutama dibandingkan dengan pesaing utama seperti OpenAI dan Google.
Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, mengonfirmasi pemangkasan jabatan tersebut dalam sebuah memo internal, dengan menyatakan bahwa pengurangan ukuran tim akan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan menjadikan setiap individu memiliki dampak dan ruang lingkup kerja yang lebih besar. Wang menambahkan bahwa sebagian besar karyawan yang terdampak akan didukung untuk mencari peran baru di dalam perusahaan.
Menariknya, pemangkasan ini tidak memengaruhi unit "TBD Lab" yang baru dibentuk di bawah MSL, yang dihuni oleh talenta-talenta AI berprofil tinggi yang direkrut baru-baru ini dengan paket kompensasi yang sangat besar. Unit inti ini, yang bertugas mengembangkan model AI generasi berikutnya, termasuk Llama 4, tetap tidak tersentuh, mencerminkan kepercayaan Zuckerberg pada perekrutan barunya di tengah upaya AGI yang ambisius. Namun, kinerja model Llama 4 sendiri dilaporkan mendapat tanggapan yang kurang antusias di pasar.
Meskipun terjadi PHK, Meta menegaskan bahwa ini tidak menandakan penurunan investasi dalam upaya AI. Sebaliknya, perusahaan akan terus merekrut talenta AI terkemuka untuk mencapai tujuan "superintelijen pribadi" yang tetap menjadi prioritas utama bagi Mark Zuckerberg.