Saham

Masuk LQ45, Harga Saham BUMI, EMTK Hingga NCKL Melesat

Saham BUMI, EMTK, dan NCKL melonjak tajam setelah resmi diumumkan sebagai penghuni baru Indeks LQ45 periode November 2025-April 2026, menarik minat investor.

Jakarta · Tuesday, 28 October 2025 15:00 WITA · Dibaca: 24
Masuk LQ45, Harga Saham BUMI, EMTK Hingga NCKL Melesat

Jakarta, JClarity – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengumumkan daftar saham penghuni Indeks LQ45 terbaru untuk periode perdagangan November 2025 hingga April 2026. Kabar perombakan indeks yang mencerminkan 45 saham paling likuid di BEI ini disambut euforia pasar, terlihat dari lonjakan signifikan harga saham emiten yang baru masuk, termasuk PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Pada penutupan perdagangan hari pengumuman, saham-saham yang baru ditetapkan sebagai komponen LQ45 menunjukkan performa impresif. Saham BUMI memimpin kenaikan, ditutup menguat sebesar 8,25%, sementara EMTK terapresiasi 5,10%, dan NCKL (Harita Nickel) mencatatkan kenaikan sebesar 4,95%. Lonjakan harga ini didorong oleh antisipasi para investor terhadap masuknya dana segar dari manajer investasi pasif dan Exchange Traded Fund (ETF) yang wajib melakukan penyesuaian portofolio mereka sesuai komposisi indeks acuan terbaru.

Keputusan BEI untuk memasukkan emiten-emiten tersebut didasarkan pada tinjauan ketat terhadap likuiditas perdagangan, kapitalisasi pasar, dan prospek fundamental perusahaan selama periode evaluasi enam bulan terakhir. Selain ketiga emiten utama tersebut, LQ45 periode ini juga menyambut PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebagai penghuni baru. Total ada empat emiten baru yang menggantikan posisi empat emiten lama, menandai dinamika pergerakan pasar yang cepat.

Di sisi lain, beberapa emiten harus terdepak dari jajaran LQ45, antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Penghapusan ini umumnya disebabkan oleh penurunan likuiditas atau adanya penurunan kapitalisasi pasar yang signifikan.

Analis pasar menilai, masuknya emiten berbasis komoditas seperti BUMI (batu bara) dan NCKL (nikel), serta EMTK dari sektor teknologi, mencerminkan pergeseran fokus investor terhadap sektor-sektor yang dianggap memiliki ketahanan dan potensi pertumbuhan tinggi. Kenaikan harga saham yang terjadi pasca-pengumuman ini diharapkan akan berkelanjutan seiring dengan implementasi rebalancing portofolio oleh dana-dana indeks, yang secara kolektif akan meningkatkan volume perdagangan dan minat investor institusi.

Login IG