Lonjakan Permintaan AI Picu Krisis Chip Global: Harga Ponsel Pintar Diprediksi Meroket?
Permintaan chip AI yang meledak memicu krisis semikonduktor baru, memaksa produsen alihkan fokus. Harga chip memori dan prosesor naik, harga HP meroket.
JAKARTA, JClarity – Gelombang investasi global yang masif pada infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) telah memicu krisis pasokan semikonduktor global gelombang baru, khususnya chip memori dan prosesor canggih. Situasi ini diperingatkan oleh sejumlah analis dan eksekutif perusahaan teknologi dapat menyebabkan lonjakan harga perangkat elektronik konsumen, dengan ponsel pintar (smartphone) diprediksi akan mengalami kenaikan harga yang signifikan dalam waktu dekat.
Krisis pasokan ini berpusat pada pergeseran prioritas manufaktur semikonduktor. Produsen chip memori besar seperti Samsung dan SK Hynix kini mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi mereka untuk fokus pada pembuatan High-Bandwidth Memory (HBM), komponen vital berkeuntungan tinggi yang menjadi tulang punggung server pusat data AI dan GPU seperti milik Nvidia. Akibatnya, pasokan Dynamic Random-Access Memory (DRAM) dan NAND Flash konvensional—yang merupakan inti dari ponsel pintar kelas menengah dan bawah—menjadi terbatas. Kelangkaan ini telah mendorong kenaikan harga komponen memori sebesar 15 hingga 20 persen pada Kuartal IV 2025, dan diproyeksikan berlanjut selama dua tahun ke depan.
Tekanan biaya semakin diperparah oleh keputusan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip logic terbesar di dunia. TSMC dikabarkan berencana menaikkan harga produksi chip tercanggihnya (node di bawah 5 nanometer dan 2 nanometer) hingga 10 persen mulai Januari 2026. Kenaikan harga ini bersifat berkelanjutan hingga tahun 2030, didorong oleh melonjaknya biaya produksi dan permintaan global untuk chip berkinerja tinggi (HPC) yang dibutuhkan AI. Hal ini akan berdampak langsung pada biaya produksi System-on-Chip (SoC) yang digunakan oleh pemain utama seperti Apple dan Qualcomm.
Beberapa produsen ponsel pintar telah memberikan peringatan terbuka. Samsung dilaporkan sedang mempertimbangkan kenaikan harga untuk produknya, termasuk di segmen menengah dan bawah. Lebih jauh, Presiden Xiaomi, Lu Weibing, memprediksi tekanan biaya akan jauh lebih berat pada tahun 2026, yang mengindikasikan bahwa konsumen akan melihat kenaikan harga eceran yang cukup besar. Bahkan, produsen ponsel Tiongkok seperti Xiaomi dan Realme memperingatkan kemungkinan terpaksa menaikkan harga ponsel mereka hingga 20–30% pada pertengahan 2026 jika lonjakan harga komponen memori ini tidak teratasi.
Para analis memperkirakan kelangkaan chip memori ini bisa berlangsung hingga akhir tahun 2027, karena pembangunan fasilitas manufaktur semikonduktor baru membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk beroperasi penuh. Bagi Indonesia, sebagai negara konsumen yang sangat bergantung pada rantai pasok global, kenaikan harga komponen ini akan berpotensi meningkatkan harga ponsel pintar di pasar domestik, dengan dampak yang paling dirasakan pada segmen ponsel kelas menengah yang sangat sensitif terhadap harga.