Saham

Laba Bersih Emiten Sawit MKTR Terbang 105%, Ini Penyebabnya.

Laba bersih emiten sawit PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) terbang 105% di Kuartal III-2025. Peningkatan drastis didorong oleh beroperasinya penuh Kernel Crushing Plant (KCP) yang melesatkan volume penjualan CPKO hingga 207% dan kenaikan harga jual komoditas.

JAKARTA · Tuesday, 18 November 2025 01:00 WITA · Dibaca: 33
Laba Bersih Emiten Sawit MKTR Terbang 105%, Ini Penyebabnya.

JAKARTA, JClarity – Emiten kelapa sawit, PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR), mencatatkan kinerja keuangan yang sangat memuaskan dengan lonjakan laba bersih hingga 105% sepanjang periode sembilan bulan pertama tahun 2025 (Kuartal III-2025). Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih perseroan melesat menjadi Rp36,783 miliar, naik signifikan dibandingkan dengan perolehan Rp17,919 miliar pada periode yang sama tahun 2024.

Kinerja impresif ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 27% secara tahunan (Year-on-Year/YoY), mencapai angka Rp879,114 miliar per September 2025, dari sebelumnya Rp693,764 miliar. Pemicu utama dari melambungnya laba MKTR adalah peningkatan volume penjualan minyak inti sawit mentah (Crude Palm Kernel Oil/CPKO) yang melonjak hingga 207%.

Lonjakan volume CPKO ini disebabkan oleh beroperasinya fasilitas Kernel Crushing Plant (KCP) secara penuh sepanjang tahun 2025. KCP merupakan fasilitas produksi milik MKTR yang mulai dibangun pada tahun 2023 dan telah efektif beroperasi penuh sejak pertengahan tahun 2024. Aktivitas KCP adalah mengolah Kernel (biji buah sawit), yang merupakan sisa hasil pengolahan CPO, menjadi CPKO.

Selain faktor volume CPKO, peningkatan kinerja penjualan MKTR juga ditopang oleh volume penjualan Crude Palm Oil (CPO) yang naik sebesar 3% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan juga didukung oleh kondisi harga komoditas yang positif, di mana harga jual CPO dilaporkan naik sekitar 13% dan harga jual CPKO melesat hingga 41% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pencapaian positif ini juga semakin diperkuat dengan pertumbuhan pada indikator keuangan lainnya. Laba kotor MKTR meningkat 51% YoY menjadi Rp124,484 miliar, sementara laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 49% YoY menjadi Rp124,963 miliar per September 2025.

Head of Corporate Communication MKTR, Anindito Wicaksono, menyatakan bahwa kemampuan perseroan untuk meningkatkan produktivitas di tengah tantangan iklim, seperti fenomena La Nina yang disebut sebagai tantangan terberat bagi sektor agribisnis pada tahun 2025, turut menjadi kunci keberhasilan. Dengan kinerja solid di sembilan bulan pertama, perseroan optimistis dapat mencapai target pendapatan sebesar Rp1,2 triliun hingga akhir tahun 2025.

Login IG